Bau menyengat semakin kuat setiap langkah, menusuk hidung dan menyebabkan sakit kepala. Pedagang masker di depan rumah sakit sudah memperingatkan kami.
"Satu masker tidak akan cukup," kata mereka.
>>> Identitas Admin IG Pemukiman Setan yang Ditangkap Polda Metro Jaya Terungkap
Saat Hankook Ilbo mengunjungi Bharatpur di Distrik Chitwan pada Senin, hari keenam banjir besar, seluruh kota berbau kematian.
Bharatpur terletak sekitar 200 kilometer barat daya dari zona bencana dekat perbatasan Tibet, enam jam perjalanan dari ibu kota Kathmandu.
Mayat yang hanyut menumpuk di sini karena arus sungai melambat di dataran rendah.
Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal melaporkan 259 dari 675 jenazah yang ditemukan di seluruh negeri hingga Sabtu berada di Distrik Chitwan.
Rumah Sakit dan Kamar Mayat Kewalahan
Mayat yang mengapung di sungai atau terdampar di tepian dibawa ke Rumah Sakit Bharatpur. Di ruang otopsi, pemandangan mengerikan terlihat: jenazah berserakan di lantai.
Di meja kerja, petugas berjas hazmat menyemprotkan air untuk membersihkan kaki yang bengkak dan terpotong.
Setelah selesai, mereka menarik jenazah lain dari lemari pendingin—kaki dengan sepatu masih menempel.
Kamar mayat rumah sakit sudah penuh saat jenazah terus berdatangan.
Otoritas mendirikan kamar mayat darurat di pusat perdagangan dan penjara, bahkan menyimpan jenazah dalam kantong berisi es, tetapi tetap tidak cukup.
Iklim subtropis yang panas dan lembap mempercepat pembusukan, sehingga otoritas memerintahkan pemakaman darurat karena masalah sanitasi.
Jenazah yang tak teridentifikasi diberi kode unik dan dikubur setelah sampel DNA diambil.
Pita putih berisi kode itu diikatkan di pergelangan kaki setiap jenazah sebagai tanda pembeda sementara.
"Sejauh ini kami telah mengubur 203 jenazah, dan 80 masih di rumah sakit," kata administrator rumah sakit Aje Shubidi.
