Kitty menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax Green 95 merupakan bagian integral dari mekanisme harga BBM nonsubsidi yang memang bersifat fluktuatif. Langkah ini diambil seiring dengan penyesuaian harga yang telah lebih dahulu diterapkan pada beberapa produk premium lainnya, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
“Mulai 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax Green 95. Penyesuaian ini mengikuti harga sejumlah produk BBM Non Subsidi yang telah dilakukan sebelumnya,” ujar Kitty dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).
Ia juga menekankan bahwa perubahan harga ini sama sekali tidak memengaruhi kualitas dan integritas produk yang sampai ke tangan konsumen. Pertamina tetap berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas tertinggi dan memberikan pelayanan prima di seluruh jaringan SPBU di Tanah Air.
Mengenal Lebih Dekat Pertamax Green 95: Inovasi Energi Berkelanjutan
Lantas, apa yang sebenarnya membuat Pertamax Green 95 layak mendapatkan perhatian khusus di tengah kenaikan harganya?
Pertamax Green 95 adalah produk BBM unggulan yang memiliki angka oktan atau Research Octane Number (RON) 95. Angka ini menunjukkan ketahanan bahan bakar terhadap fenomena knocking atau ketukan pada mesin, yang sangat ideal untuk kendaraan modern dengan rasio kompresi tinggi.
Yang membedakan produk ini dari varian Pertamax biasa adalah formulasi khususnya. Pertamax Green 95 menggunakan campuran bioetanol dalam komposisinya. Integrasi bioetanol ini bukan sekadar tren, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan energi yang lebih berkelanjutan (sustainable energy).
Penggunaan bahan bakar nabati ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:
- Emisi Lebih Rendah: Membantu mengurangi jejak karbon dan polusi udara di perkotaan.
- Dukungan Ketahanan Energi Nasional: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil murni dengan memanfaatkan sumber daya hayati lokal.
- Performa Mesin yang Bersih: Formula khusus membantu menjaga kebersihan ruang bakar dari kerak karbon.