Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur menjadi saksi manfaat nyata program pembiayaan Bank Jakarta bagi para pedagang.
Sejumlah pedagang mengaku keuntungannya meningkat berlipat setelah mendapatkan akses modal.
>>> PBB Akui Pemanasan Global Lampaui Batas, Ini Jalan untuk Kembali ke Zona Aman
Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah, telah menekuni usahanya sejak 2015. Ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp108 juta.
Dana tersebut ia gunakan untuk mengembangkan usaha dan memperbesar perputaran perdagangan bawang merah. Hasilnya, keuntungan yang diperolehnya kini meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya.
Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," ujar Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, kemarin.
Ia berharap program pembiayaan yang digulirkan Bank Jakarta dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar.
Menurutnya, akses permodalan menjadi kebutuhan penting bagi pedagang untuk menjaga kelangsungan sekaligus mengembangkan usaha.
Manfaat serupa dirasakan Ika Tiara, pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati. Ika mengaku telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta.
Pada tahap sebelumnya, ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta. Kemudian, pembiayaan terakhir yang diterimanya mencapai Rp400 juta.
Berbeda dengan Rosmani yang memanfaatkan dana untuk memperbesar perputaran usaha, Ika menggunakan sebagian pembiayaan tersebut untuk membayar sewa kios dalam jangka panjang.
Dana itu digunakan untuk biaya sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
Menurut Ika, kepastian tempat berdagang menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usahanya. Dengan adanya pembiayaan tersebut, ia dapat lebih fokus mengembangkan perdagangan sembako yang dijalaninya.
