unique visitors counter
⌂ Beranda News Prabowo Subianto di Hadapan Putin: Tegaskan Diplomasi Bebas Aktif, Indonesia Hormati Semua Kekuatan Dunia di Forum Ekonomi Timur
News

Prabowo Subianto di Hadapan Putin: Tegaskan Diplomasi Bebas Aktif, Indonesia Hormati Semua Kekuatan Dunia di Forum Ekonomi Timur

Prabowo Subianto di Hadapan Putin: Tegaskan Diplomasi Bebas Aktif, Indonesia Hormati Semua Kekuatan Dunia di Forum Ekonomi Timur
Prabowo • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menorehkan jejak diplomasi penting di panggung global. Kali ini, pemimpin nomor satu Indonesia tersebut hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum) yang digelar di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026) waktu setempat. Di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo menyampaikan pesan tegas dan bernas mengenai posisi strategis Indonesia yang tetap teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Kehadiran Prabowo di forum bergengsi yang mempertemukan para pemangku kepentingan ekonomi dan politik dari kawasan Asia-Pasifik ini bukan sekadar kunjungan seremonial belaka. Ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama multilateral di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Dalam pidato kenegaraannya yang penuh wibawa, Prabowo menekankan bahwa Indonesia telah lama menjadi negara yang terbuka, baik secara politik maupun ekonomi, selama berpuluh-puluh dekade.

"Indonesia sangat terbuka selama berpuluh-puluh dekade, terbuka mengenai kebijakan kita," ujar Prabowo, membuka inti dari pesan diplomatisnya yang menyiratkan konsistensi dan transparansi. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keinginan kuat untuk membangun dan memelihara hubungan positif dengan seluruh negara di dunia, tak terkecuali negara-negara adidaya yang kerap bersaing memperebutkan pengaruh global.

Mengingat sejarah panjang politik luar negeri Indonesia, Prabowo mengingatkan bahwa secara tradisional, Jakarta tidak pernah berpihak pada blok tertentu. "Kami tidak tergabung ke dalam aliansi militer manapun, kami menghormati semua kekuatan," tegasnya. Pernyataan ini semakin mengukuhkan prinsip bebas aktif sebagai fondasi utama diplomasi Indonesia di abad ke-21, menunjukkan bahwa kedaulatan negara tidak harus ditebus dengan ketergantungan pada satu kubu tertentu.

📰 Update Terbaru