unique visitors counter
⌂ Beranda News Mengapa Pencarian Pekerja Hilang di Terowongan PLTA Nepal Sulit Dilakukan
News

Mengapa Pencarian Pekerja Hilang di Terowongan PLTA Nepal Sulit Dilakukan

Tim penyelamat mencari pekerja di terowongan PLTA yang banjir di Nepal
Mengapa Pencarian Pekerja Hilang di Terowongan PLTA Nepal Sulit Dilakukan
A A Ukuran Teks16px

Dua pekerja berhasil diselamatkan dari terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terendam banjir di Nepal, sembilan hari setelah bencana yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Nepal dan China.

Kedua pria itu ditarik hidup-hidup pada Jumat dari proyek PLTA Trishuli 3A di sepanjang Sungai Trishuli.

Salah satu dari mereka memberi tahu penyelamat bahwa masih ada orang lain yang hidup di dalam terowongan.

Setidaknya 900 pekerja dilaporkan hilang dari proyek PLTA, dengan sekitar 500 diyakini berada di dalam terowongan, menurut pejabat dan perwakilan industri.

Akses Terhambat oleh Banjir dan Puing

Akses ke terowongan terhambat oleh banjir, puing, dan infrastruktur yang rusak, sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau para pekerja.

Tim penyelamat dibantu ahli asing bekerja di beberapa proyek PLTA. Mereka menyisir terowongan gelap yang dipenuhi puing, mengarungi lumpur, dan memanjat bebatuan untuk mencari korban hilang.

Mohan Kumar Dangi, presiden Asosiasi Produsen Listrik Independen Nepal, mengatakan banjir merusak setidaknya 12 proyek PLTA di distrik Rasuwa dan Nuwakot dengan total kapasitas 670 MW.

Empat proyek sedang dalam konstruksi, tujuh beroperasi, dan satu dalam tahap uji coba.

Dangi menambahkan bahwa proyek PLTA menjalani penilaian risiko sebelum konstruksi, tetapi banjir 26 Agustus adalah sesuatu yang tidak terbayangkan.

Tantangan terbesar bagi penyelamat adalah mencapai para pekerja. Banyak proyek PLTA Nepal berada di daerah pegunungan terpencil dengan medan curam dan jalan sempit.

Banjir memperburuk kondisi, merusak jalan, dan membatasi rute menuju beberapa lokasi. Terowongan juga terhalang atau rusak.

Banjir membawa lumpur, batu besar, dan puing ke lorong bawah tanah, meruntuhkan bagian-bagiannya, dan menjebak pekerja.

📰 Update Terbaru