unique visitors counter
⌂ Beranda News Nepal: Korban Tewas Banjir Capai 1.252, Operasi Pencarian Terus Berlanjut
News

Nepal: Korban Tewas Banjir Capai 1.252, Operasi Pencarian Terus Berlanjut

Banjir di Nepal
Nepal: Korban Tewas Banjir Capai 1.252, Operasi Pencarian Terus Berlanjut
A A Ukuran Teks16px

Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan sedikitnya 1.252 orang tewas akibat banjir dahsyat yang melanda kawasan perbatasan China-Nepal.

Angka ini disampaikan pada Kamis (3/9) dan menjadikan total korban jiwa di kawasan tersebut lebih dari 1.270 orang.

Media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi 21 orang tewas di Tibet. Dengan demikian, total korban tewas dari bencana yang terjadi sejak 26 Agustus mencapai 1.273 orang.

Jumlah orang hilang di Nepal tercatat 4.216 jiwa.

Sementara itu, media China melaporkan 541 orang hilang di wilayah mereka, sehingga total orang hilang mencapai 4.757 orang.

Hampir 600 warga asing dari lebih dari 30 negara juga dilaporkan hilang.

Warga India menjadi salah satu kelompok terbesar, dan sekitar 75 warga Amerika Serikat belum ditemukan, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (2/9).

Di Kathmandu, keluarga yang putus asa dari warga asing yang hilang terus mencari informasi di rumah sakit dan kamar mayat.

Sanjeev Rai (53), warga AS, terbang ke Nepal setelah mengetahui istrinya tidak dapat dihubungi. "Saya merasa putus asa, sudah berhari-hari," ujarnya.

Banjir yang menerjang distrik-distrik pegunungan telah menghancurkan jalan, jembatan, dan infrastruktur lain, sehingga menghambat upaya bantuan.

Organisasi bantuan mempertimbangkan untuk mengerahkan porter guna mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak di dekat perbatasan China.

Koordinator residen PBB untuk Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan pihaknya berdiskusi dengan pemerintah tentang penggunaan helikopter dan drone kargo untuk mengirim bantuan.

"Keindahan negara Anda adalah Anda memiliki porter. Jadi kami harus kembali ke cara-cara sederhana untuk membawa bantuan secepat mungkin," katanya.

Porter selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekspedisi trekking dan pendakian gunung di Nepal. Mereka mampu membawa beban berat selama berhari-hari melintasi jalur curam dengan kondisi sulit.

Personel tentara Nepal dan tim penyelamat, termasuk ahli asing, terus mencari korban selamat yang diduga terjebak di beberapa terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Pencarian dilakukan dengan ekskavator dan alat berat lainnya, kata militer.

📰 Update Terbaru