Bangun ruang adalah bentuk tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Setiap bangun ruang memiliki karakteristik berbeda, sehingga rumus volumenya pun tidak sama.
Volume menunjukkan seberapa besar ruang yang dapat ditempati atau diisi oleh suatu benda. Satuan volume umumnya menggunakan kubik, misalnya cm³ atau m³.
Sebelum menghitung volume, siswa perlu mengenali bentuk bangun ruang terlebih dahulu. Pastikan juga satuan ukuran sudah disamakan agar hasil perhitungan akurat.
Rumus Volume Kubus dan Balok
Kubus memiliki enam sisi berbentuk persegi yang sama besar.
Semua rusuknya sama panjang, sehingga rumus volumenya adalah V = s × s × s = s³, dengan s adalah panjang rusuk.
Contoh soal: Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 6 cm. Berapa volumenya?
Jawab: V = 6 × 6 × 6 = 216 cm³.
Balok memiliki tiga ukuran utama: panjang, lebar, dan tinggi.
Rumus volumenya adalah V = p × l × t, dengan p adalah panjang, l adalah lebar, dan t adalah tinggi.
Dengan memahami rumus dasar ini, siswa dapat mengembangkan perhitungan untuk bangun ruang lainnya seperti prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola.
Rumus Volume Prisma, Limas, Tabung, Kerucut, dan Bola
Prisma memiliki alas dan tutup yang sama bentuk, sehingga volumenya adalah luas alas dikali tinggi.
Limas memiliki alas dan sisi tegak berbentuk segitiga, dengan rumus volume sepertiga luas alas dikali tinggi.
Tabung memiliki alas berbentuk lingkaran, sehingga volumenya adalah luas lingkaran dikali tinggi. Kerucut memiliki alas lingkaran dan meruncing ke atas, volumenya sepertiga luas alas dikali tinggi.
Bola adalah bangun ruang tanpa sudut, volumenya dihitung dengan rumus khusus yang melibatkan jari-jari.
Dengan mengenali karakteristik masing-masing bangun, siswa dapat memilih rumus yang tepat dan menghindari kesalahan perhitungan.
