Utusan Amerika Serikat Jared Kushner dan Steve Witkoff tiba di Kyiv pada Minggu (6/9) untuk kunjungan pertama mereka ke ibu kota Ukraina.
Kunjungan ini terjadi sehari setelah mereka mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Kushner, menantu Presiden Donald Trump, dan Witkoff, mitra bisnis Trump, telah beberapa kali mengunjungi Moskow selama perang.
Namun, ini adalah pertama kalinya mereka mengadakan pembicaraan di Kyiv yang sejak 2022 kerap menjadi sasaran serangan Rusia.
Mereka dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Seorang reporter AFP di Kyiv melihat kedua utusan AS itu tiba dengan kereta api.
Upaya menghidupkan kembali negosiasi
Kedua utusan itu berharap dapat menghidupkan kembali negosiasi untuk mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Sebelumnya, musim panas ini terjadi eskalasi, dan invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ratusan ribu orang serta menggusur jutaan lainnya.
Witkoff dan Kushner bertemu Putin pada Sabtu untuk "memajukan agenda perdamaian Presiden Trump dalam Perang Rusia-Ukraina," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan kepada AFP.
Kedua belah pihak membahas rencana substantif untuk langkah berikutnya yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.
Pembantu Kremlin Yuri Ushakov menyebut pembicaraan itu "sangat terbuka" dan mengatakan Amerika mengajukan sejumlah ide tentang kemungkinan rute menuju penyelesaian.
Namun, ia tidak merinci lebih lanjut.
Sisi Rusia juga menyampaikan bahwa Moskow "yakin" dapat mencapai tujuan militernya untuk merebut sisa wilayah timur Ukraina, tambah Ushakov.
Gencatan senjata terbatas
Baik Rusia maupun Ukraina berkomitmen untuk tidak saling menyerang ibu kota selama tiga hari agar negosiasi dapat berlangsung.
Kremlin mengatakan Putin telah memberi perintah untuk tidak menyerang Kyiv sejak tengah malam.
Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menahan diri dari serangan ke Moskow hingga akhir Sabtu, serta Minggu dan Senin. Namun, pertempuran masih berlanjut di tempat lain.
Angkatan udara Ukraina melaporkan serangan Rusia semalam dengan 108 drone dan rudal, sementara Moskow mengklaim telah menembak jatuh 258 drone.
Pada Sabtu, Putin mencatat bahwa pihak Ukraina secara signifikan mengurangi serangan ke Rusia.
Sementara itu, Kyiv melaporkan serangan Rusia menewaskan 10 orang di berbagai wilayah pada Sabtu, termasuk seorang anak dan keluarganya di wilayah Kharkiv serta dua orang di luar Kyiv.
Bagi banyak warga Ukraina, harapan akan terobosan masih tipis. "Pada titik ini, itu tidak memberi saya harapan.
Sudah terlalu banyak negosiasi," kata Yaroslav, warga Kyiv berusia 29 tahun, kepada AFP.
Zelenskyy pada Minggu mengatakan Ukraina "siap untuk percakapan" dan "selalu konstruktif."
Wilayah udara Ukraina telah ditutup sejak perang dimulai pada Februari 2022, sehingga para pemimpin yang berkunjung tiba dengan kereta api.
Sebelum pembicaraan, Putin dalam komentar yang disiarkan televisi mengatakan Rusia akan memastikan keselamatan para utusan di Kyiv.
"Kami akan melakukan segalanya yang bergantung pada kami untuk memastikan keselamatan proses negosiasi dan mediator seperti Anda," kata Putin kepada Witkoff dan Kushner.
Pada Sabtu, Putin juga berterima kasih kepada Trump karena terus berupaya mengakhiri perang meskipun "tidak sederhana."
Mengenai perjalanan utusan ke Kyiv, ia mengatakan "kontak semacam ini pasti selalu bermanfaat."
Trump pada Jumat mengatakan utusannya membawa "proposal" untuk mengakhiri pertempuran. "Kami punya ide untuk perdamaian," katanya tanpa merinci.