unique visitors counter
⌂ Beranda News Pemkab Pandeglang Siap Liburkan Sekolah Jika Abu Vulkanik Anak Krakatau Makin Tebal
News

Pemkab Pandeglang Siap Liburkan Sekolah Jika Abu Vulkanik Anak Krakatau Makin Tebal

Suasana sekolah yang sepi akibat abu vulkanik
Letusan Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Jakarta dan Sejumlah Bandara
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kabupaten Pandeglang tengah mempertimbangkan kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Langkah ini diambil sebagai antisipasi meluasnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menyatakan keputusan tersebut akan dievaluasi berdasarkan intensitas hujan abu dan arahan dari Pemerintah Provinsi Banten.

"Libur anak sekolah mungkin kami lihat perkembangan ke depan, seperti apa yang disampaikan Pak Gubernur," kata Dewi saat meninjau Pos Pantau GAK Pasauran, Minggu, 6 September 2026.

Kebijakan ini bertujuan melindungi kesehatan warga, terutama mencegah gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Jika ada instruksi khusus, abu vulkanik makin menebal, kepadatan gangguan ISPA mungkin diliburkan selama tiga hari," ujarnya.

DPRD Dorong Pembelajaran Daring

Langkah antisipasi ini mendapat dukungan dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Miftahul Farid Sukur, mendesak agar sistem pembelajaran dialihkan ke dalam jaringan (daring).

Menurut Miftahul, abu vulkanik sangat berbahaya bagi sistem pernapasan anak-anak. Tindakan preventif harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

"Penghentian sementara pembelajaran tatap muka perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa dan guru. Kesehatan itu mahal, lebih baik mencegah daripada mengobati," ucapnya.

Desakan ini muncul setelah ia menerima banyak keluhan dari orang tua murid dan guru. Paparan debu dinilai semakin mengganggu kenyamanan dan keselamatan aktivitas belajar di sekolah.

📰 Update Terbaru