Pangeran Hisahito dari Jepang genap berusia 20 tahun pada Minggu (6/9).
Ulang tahunnya datang di tengah sorotan publik sebagai calon penerus takhta, setelah pemerintah merevisi Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran yang memperkuat aturan suksesi khusus pria.
Keponakan Kaisar Naruhito ini menempati posisi kedua dalam garis suksesi Takhta Krisan yang berusia 1.500 tahun.
Ia juga menjadi anggota termuda dari 16 anggota keluarga kekaisaran yang jumlahnya menyusut dan semakin menua.
Pangeran yang dikenal gemar terhadap hewan dan serangga, terutama capung, kini duduk di tahun kedua jurusan biologi di Universitas Tsukuba.
Ia kerap terlihat di kampus bersama teman-temannya, kadang membawa jaring penangkap serangga atau mengendarai sepeda.
Meski fokus pada studi, Hisahito mulai menjalani sejumlah tugas resmi.
Pada Mei lalu, ia menghadiri jamuan istana untuk Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Ia juga berdoa untuk korban bom atom di Hiroshima dan mengikuti perkemahan remaja di kota itu pada Agustus.
Hisahito kerap dibandingkan dengan sepupunya, Putri Aiko (24), yang populer karena kemampuannya berinteraksi dan membuat orang tersenyum.
Aiko adalah putri Kaisar, dan banyak warga Jepang menginginkannya menjadi penerus, meski sebagai perempuan ia tidak memenuhi syarat.
Revisi UU Suksesi yang Kontroversial
Parlemen Jepang mengesahkan revisi undang-undang pada Juli lalu.
Revisi ini menghapus larangan adopsi anak laki-laki dari keluarga kerajaan yang sangat jauh, dan mengizinkan perempuan bangsawan mempertahankan statusnya setelah menikah dengan rakyat biasa.
Namun, pasangan dan keturunan mereka tidak akan menjadi bangsawan.
Perubahan atas undang-undang abad ke-19 ini dikritik sebagai anakronistis dan seksis.
Protes muncul dari warga yang menilai perubahan yang didukung Perdana Menteri konservatif Sanae Takaichi ini sebagai upaya menyingkirkan Aiko dari suksesi.
Para ahli menilai langkah ini akan menempatkan Hisahito dan calon istrinya di bawah tekanan besar untuk memiliki anak laki-laki.
Sebab, mereka akan menentukan masa depan keluarga kekaisaran.
Saat ditanya soal masa depan dan rencana pernikahan dalam konferensi pers debutnya tahun lalu, Hisahito mengatakan fokus utamanya adalah belajar.
Ia juga mengungkapkan harapan untuk menghabiskan waktu di luar negeri guna mendapatkan perspektif baru dan bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang.
Mengenai pernikahan, ia mengaku belum memikirkan waktu ideal atau pasangan.
