Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga Minggu, 6 September 2026. Status gunung ini berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi dilaporkan berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut masih berlanjut hingga laporan dibuat pada pukul 00.31 WIB dini hari tadi.
Selain erupsi yang menerus, terdengar suara dentuman dari Pos Pantau Pasauran pada Sabtu malam, 5 September 2026.
Hal ini meningkatkan kewaspadaan masyarakat di sekitar Selat Sunda dan wilayah pesisir.
Dampak erupsi tidak hanya dirasakan di sekitar gunung. Sebaran abu vulkanik telah meluas dan mengganggu aktivitas penerbangan.
AirNav Indonesia memperbarui NOTAM terkait penutupan sementara ruang udara. Enam bandara terdampak dan mengalami penutupan sementara.
Bandara yang ditutup meliputi Bandara Radin Inten di Lampung, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Pondok Cabe di Jakarta, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Potensi Tsunami dari Erupsi Anak Krakatau
Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah kemungkinan terjadinya tsunami. BMKG terus memantau kondisi laut di kawasan Selat Sunda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai potensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang.