unique visitors counter
⌂ Beranda News Erupsi GAK Berlangsung 6 Jam, Warga Pandeglang Sempat Mengungsi
News

Erupsi GAK Berlangsung 6 Jam, Warga Pandeglang Sempat Mengungsi

Erupsi Gunung Anak Krakatau dengan lava fountain
A A Ukuran Teks16px

Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi terus-menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Sabtu, 5 September 2026 pagi.

Erupsi durasi panjang ini memicu fenomena lava fountain atau air mancur lava.

Dentuman dan getaran kuat membuat warga di Kabupaten Pandeglang, Banten, panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau (PVMBG) Badan Geologi KESDM periode pengamatan Sabtu, 5 September 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, gunung setinggi 157 mdpl di Selat Sunda itu berstatus Level III (Siaga).

Pengamat mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi ekstrem mencapai 21.600 detik atau sekitar 6 jam.

Suara dentuman dan gemuruh erupsi terdengar jelas dari Pos GAK Pasauran.

Rumah Bergetar, Warga Panik Keluar Rumah

Dampak getaran erupsi terasa hingga ke sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, salah satunya Kecamatan Cisata.

Sejumlah warga mengaku panik karena getaran yang terjadi menyerupai gempa bumi.

Ade, warga Cisata, menuturkan getaran mulai terasa sejak Jumat malam dan berlangsung cukup lama.

Pintu dan jendela rumahnya bergetar hebat.

"Kami kaget dan panik ketika rumah bergetar, apalagi terdengar suara gemuruh dari kejauhan.

Karena getaran terus terjadi, kami tidak berani tinggal di dalam rumah karena khawatir ada benda jatuh," ujar Ade kepada Pos Kota, Sabtu.

Hal senada disampaikan Yanti, warga Pandeglang lainnya.

Ia mengaku terpaksa keluar rumah bersama keluarganya karena pintu dan jendela rumah bersuara keras akibat getaran menerus.

"Jendela dan pintu selalu 'gebrag-gebruk'. Kami kaget sampai akhirnya memilih keluar rumah," kata Yanti.

📰 Update Terbaru