unique visitors counter
⌂ Beranda News Keluarga Pekerja China yang Selamat dari Banjir Nepal Lega Setelah Hari-Hari Menunggu
News

Keluarga Pekerja China yang Selamat dari Banjir Nepal Lega Setelah Hari-Hari Menunggu

Tim penyelamat mengevakuasi korban selamat dari terowongan di Nepal
Keluarga Pekerja China yang Selamat dari Banjir Nepal Lega Setelah Hari-Hari Menunggu
A A Ukuran Teks16px

HONG KONG — Setelah berhari-hari menunggu dengan cemas, keluarga Lu Haitao akhirnya bisa bernapas lega ketika pria asal China itu diselamatkan dari sebuah terowongan di Nepal, di mana banjir dahsyat telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Tim penyelamat mengeluarkan Lu dari terowongan pembangkit listrik tenaga air sepanjang 225 meter dan mengevakuasinya dengan helikopter pada Sabtu, sepuluh hari setelah banjir terjadi.

Ia dibawa ke rumah sakit dan kondisinya stabil, demikian dilaporkan penyiar negara China, CCTV.

Banjir pada 26 Agustus itu kemungkinan disebabkan oleh runtuhnya gletser dan hampir 4.900 orang masih hilang, menurut badan manajemen bencana Nepal.

Di sisi perbatasan Tibet, 31 orang tewas dan 531 hilang, demikian dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua, pada Jumat.

Lu mengenang memanjat ke titik tertinggi di dalam terowongan dan mengira peluit yang didengarnya dari tim penyelamat hanyalah imajinasinya, menurut audio yang dibagikan CCTV.

Ia memberi tahu staf kedutaan China bahwa petugas darurat awalnya tidak dapat mendengarnya ketika ia berteriak ke arah cahaya mereka.

"Ketika mereka menyorotkan cahaya ke mataku, aku tidak percaya," katanya. "Ketika mereka menyorotkan cahaya ke mataku, aku tidak berteriak lagi.

Aku sudah kehilangan harapan."

Lu Hairong, saudara perempuan Lu di China, mengatakan kepada media pemerintah Red Star News bahwa ia menerima telepon tentang penyelamatan itu sebelum berita muncul.

Namun, ia baru percaya setelah melihat gambar saudaranya di berita.

Kakaknya yang berusia 49 tahun, yang sudah menikah dan memiliki seorang putra, sebelumnya adalah seorang petani dari Provinsi Henan di China tengah dan mengambil pekerjaan tambahan, terutama pertukangan kayu, di waktu luangnya.

📰 Update Terbaru