Ia berangkat ke Nepal untuk bekerja dengan sesama penduduk desa pada bulan Februari, pengalaman pertamanya bekerja di luar negeri, kata Lu Hairong kepada Red Star News.
Ia juga mengatakan kepada Cover News, media pemerintah China lainnya, bahwa Lu tidak pernah membagikan lokasi kerjanya secara pasti dan ia hanya bisa menonton berita yang dikirim oleh orang lain dalam grup bantuan bersama untuk keluarga orang hilang, tidak bisa makan atau tidur nyenyak.
"Ini benar-benar keberuntungan di tengah kemalangan," katanya tentang penyelamatan itu.
Sepupu Lu, Lu Haiqing, mengatakan pikirannya kosong setelah mengetahui ia hilang pada hari keenam setelah banjir.
Ia kemudian mencari berita Nepal setiap hari dan menggunakan kecerdasan buatan untuk menerjemahkan bahasa Nepal ke bahasa China.
Ia menangis setiap hari dalam perjalanan ke tempat kerja, demikian dilaporkan portal berita China Jiupai News.
Pada hari Sabtu, sepupu Lu menerima foto dari saudara perempuannya yang meminta bantuannya untuk memastikan identitas pria itu.
Pria itu sangat mirip, tetapi ia perlu menelepon kerabat lain untuk membantu memastikan, demikian laporan itu.
"Hari ini akhirnya tiba," ia dikutip mengatakan. "Ada harapan ketika seseorang tidak menyerah."