unique visitors counter
⌂ Beranda News Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menyentuh Jakarta, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar
News

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menyentuh Jakarta, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar

Warga Jakarta mengenakan masker saat hujan abu vulkanik
Letusan Anak Krakatau Sebabkan Seluruh Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan
A A Ukuran Teks16px

Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Jakarta.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 6 September 2026 pukul 05.00 WIB, sebaran abu halus dari perairan Selat Sunda telah meliputi beberapa titik di Jakarta.

Tingkat ketebalan abu bervariasi di tiap lokasi.

Kepala DLH Jakarta, Dudi Gardesi, menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pemantauan kualitas udara. Ia juga meminta koordinasi intensif dengan BPBD, PVMBG, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Saya meminta hasil pemantauan disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami.

Setiap perubahan kondisi harus segera diikuti pembaruan informasi agar warga tahu langkah yang perlu dilakukan,” ujar Dudi dalam keterangan resminya, Minggu, 6 September 2026.

DLH juga menekankan perlindungan bagi petugas kebersihan yang bekerja di lapangan. Para petugas diminta memastikan ketersediaan masker, pelindung mata, serta pengaturan kerja yang aman.

Imbauan Kesehatan bagi Pekerja Luar Ruangan

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, DLH menganjurkan penggunaan masker berstandar N95 atau yang setara.

Masker harus dipakai dengan rapat agar efektif menyaring partikel abu.

“Kami memahami ada warga yang tetap harus bekerja di luar. Karena itu, pemberi kerja perlu menyediakan perlindungan yang sesuai dan menyesuaikan pekerjaan ketika paparan meningkat,” kata Dudi.

Untuk membersihkan endapan abu di area rumah, warga diminta tidak menyapu kering karena dapat menerbangkan partikel mikro beracun.

Pembersihan sebaiknya menggunakan kain lap atau pel lembap, serta tetap memakai pelindung mata dan masker.

Dudi juga menyoroti perlindungan bagi petugas kebersihan dan pekerja luar ruangan lainnya.

Para pemberi kerja diminta memfasilitasi alat pelindung diri (APD) yang memadai dan menyesuaikan jam kerja jika konsentrasi abu meningkat.

Bagi warga yang mengalami gejala sesak napas berat atau kondisi darurat medis, Pemprov DKI menyediakan layanan darurat Jakarta Siaga 112.

Layanan ini dapat diakses gratis selama 24 jam.

📰 Update Terbaru