Awan duka tengah menyelimuti industri kreatif dan perfilman nasional. Ida Farida, sutradara sekaligus penulis skenario senior Indonesia yang namanya harum lewat berbagai penghargaan bergengsi, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026. Mendiang tutup usia di umur 88 tahun.
Kabar kepergian sang sineas dikonfirmasi langsung melalui akun Instagram resmi Festival Film Indonesia (FFI) pada hari yang sama. Unggahan duka cita tersebut sontak menyedot perhatian publik dan membanjiri kolom komentar dengan ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari rekan sejawat, sineas muda, hingga pecinta film Tanah Air.
"Festival Film Indonesia turut berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Ida Farida, 5 Mei 1938 - 3 September 2026," tulis pihak penyelenggara FFI dalam keterangan resminya.
Tidak hanya menyampaikan duka cita, pihak FFI juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas warisan tak ternilai yang ditinggalkan oleh mendiang bagi kemajuan sinema nasional.
"Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan dan karya yang ditinggalkan menjadi amal yang terus mengalir," lanjut pernyataan tersebut, mengenang jasa-jasa Ida Farida yang tak akan dilupakan oleh sejarah perfilman Indonesia.
Awal Karir: Dipandu oleh Legenda Sofia WD
Jejak emas Ida Farida di industri perfilman tidak lepas dari peran penting sosok legendaris lainnya, Sofia WD. Berkat ajakan dan bimbingan langsung dari aktris sekaligus sutradara senior tersebut, Ida mulai mencicipi kerasnya dunia produksi film.
Karirnya起步 (dimulai) dari posisi yang sangat fundamental, yakni sebagai script girl (pencatat naskah dan kontinuitas) dalam film Melawan Badai (1974). Ketekunannya dalam mempelajari seluk-beluk produksi membawanya naik pangkat menjadi asisten sutradara dalam film Jangan Menangis Mama (1977).
Dari ruang asisten inilah, Ida menyerap ilmu penyutradaraan, manajemen set, dan cara membaca emosi karakter secara mendalam. Puncaknya, pada tahun 1979, Ida Farida resmi melakukan debutnya sebagai sutradara lewat film Guruku Cantik Sekali. Film ini menjadi pembuka jalan bagi kariernya yang gemilang sebagai salah satu sutradara perempuan paling disegani di era 80-an dan 90-an.