unique visitors counter
⌂ Beranda News Erupsi Anak Krakatau: Debu Halus Mulai Turun di Depok dan Bogor
News

Erupsi Anak Krakatau: Debu Halus Mulai Turun di Depok dan Bogor

Endapan abu vulkanik di kendaraan warga Depok
A A Ukuran Teks16px

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu malam, 5 September 2026, mulai terasa dampaknya di wilayah Jabodetabek.

Sejumlah warga Kota Depok dan Kabupaten Bogor melaporkan adanya endapan debu halus yang diduga kuat sebagai abu vulkanik, Minggu pagi, 6 September 2026.

Fenomena ini memicu keresahan warga, terutama terkait potensi gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dewo Yogisworo, 54 tahun, warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, menemukan lapisan debu kehitaman dengan tekstur seperti pasir halus menutupi bodi mobilnya sekitar pukul 04.09 WIB.

"Saat keluar rumah mau melihat di parkiran mobil terdapat debu di body mobil diduga abu vulkanik gitu ya," kata Yogi, Minggu, 6 September 2026.

Hingga kini, Yogi belum merasakan dampak erupsi terhadap kesehatan. Namun, ia khawatir jika intensitas letusan meningkat, abu bisa lebih pekat dan mengganggu pernapasan.

"Jika intensitasnya naik, khawatir lebih pekat dan bisa menganggu pernafasan.

Meski sudah ada keluar imbauan surat peringatan di media sosial terhadap abu vulkanik ini ada imbauan menjaga kesehatan dan imbauan menggunakan masker jika mau keluar rumah," ujarnya.

Sebaran Debu Terdeteksi Hingga ke Cimanggu Bogor

Menurut Yogi, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan pemukiman lain, seperti di Bumi Cimanggu City, Kota Bogor.

Meskipun aroma belerang belum tercium menyengat, warga memilih bertindak waspada dengan kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Hingga Minggu pagi, belum ada laporan resmi mengenai warga yang mengalami keluhan sesak napas berat di area pemukiman tersebut.

📰 Update Terbaru