Gempa bumi berkekuatan sedang mengguncang Jepang bagian timur, termasuk wilayah Tokyo, pada Minggu dini hari. Lebih dari 30 orang dilaporkan terluka, sebagian besar mengalami luka ringan.
Badan Meteorologi Jepang mencatat gempa memiliki magnitudo awal 5,9 dengan pusat gempa di prefektur Ibaraki selatan pada kedalaman 70 kilometer.
>>> Paus Leo Ajak Dialog Atasi Konflik, Sebut Kaum Muda Katolik Tanda Harapan
Sementara itu, Survei Geologi AS mencatat magnitudo 5,8.
Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa tersebut.
Korban dan Kerusakan
Setidaknya 37 orang terluka di lima prefektur: 15 di Tokyo, sembilan di Saitama, delapan di Kanagawa, empat di Chiba, dan satu di Ibaraki.
Data ini berasal dari pejabat prefektur dan Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana.
Mayoritas korban terluka karena jatuh atau terbentur furnitur saat panik turun dari tempat tidur.
Seorang wanita berusia 80-an di Yokohama jatuh dari tempat tidur dan mengalami cedera pinggul serius.
Seorang pria berusia 23 tahun di distrik Taito, Tokyo, merasakan getaran vertikal beberapa detik setelah peringatan gempa di ponselnya.
Ia khawatir tertimpa barang yang jatuh dari rak.
Gempa menyebabkan keterlambatan kereta ekspres yang melayani Tokyo dan Bandara Narita, serta kereta lokal di wilayah timur laut.
Namun, kereta peluru Shinkansen tetap beroperasi normal.
Pemerintah membentuk satuan tugas untuk menilai kemungkinan kerusakan, kata Perdana Menteri Sanae Takaichi di X. Badan Meteorologi mengimbau warga waspada terhadap gempa susulan selama sekitar satu minggu.
Pipa air bawah tanah pecah di distrik Koto, Tokyo timur, menyebabkan air menggenangi jalan. Pipa telah diperbaiki dan kebocoran dihentikan.
Tidak ada laporan anomali dari sekitar selusin pembangkit listrik tenaga nuklir dan fasilitas lain yang menangani bahan nuklir, kata Otoritas Regulasi Nuklir.