unique visitors counter
⌂ Beranda News Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Ribuan Warga Menunggu Bantuan di Tengah Peringatan HUT RI

Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Ribuan Warga Menunggu Bantuan di Tengah Peringatan HUT RI

Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Ribuan Warga Menunggu Bantuan di Tengah Peringatan HUT RI
Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Ribuan Warga Menunggu Bantuan di Tengah Peringatan HUT RI
A A Ukuran Teks16px

REO, Indonesia — Ribuan warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunggu bantuan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah itu pada Sabtu (16/8) lalu.

Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

>>> Jadwal dan Syarat Promo Diskon BBM MyPertamina di HUT ke-81 RI

Bencana ini turut mewarnai peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8).

Banyak warga Flores menghabiskan hari itu dengan berduka dan menanti kiriman bantuan untuk komunitas yang masih terisolasi.

Dalam upacara peringatan kemerdekaan di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengajak peserta untuk mendoakan korban bencana di NTT dan daerah lain.

Ia juga memimpin hening cipta untuk menghormati para pahlawan kemerdekaan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 1.300 rumah rusak akibat gempa, dengan hampir 250 di antaranya hancur di Flores.

Sekitar 5.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Gubernur NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak Minggu (17/8). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut.

Hingga Senin, otoritas mencatat 1.576 kali gempa susulan, meski hanya sebagian kecil yang dirasakan warga. Banyak warga memilih tidur di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan.

Dampak dan Upaya Penanganan

Jurnalis foto Associated Press melaporkan kerusakan parah di seantero pulau, dengan pohon tumbang menutupi jalan, batu besar berhamburan akibat tanah longsor, dan rumah-rumah hancur.

Sejumlah bangunan runtuh menimpa mobil yang terparkir.

Bagi banyak warga, bencana ini mengingatkan pada gempa dan tsunami Flores tahun 1992 yang menewaskan sekitar 2.500 orang.

"Rumah saya kini hanya puing," ujar Rasyid Jafar, pedagang pakaian di Desa Reo, daerah terdampak terparah di Kabupaten Manggarai.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot