Paus Leo XIV memanfaatkan kunjungan ke San Marino dan pertemuan besar di Rimini, Italia, untuk menyampaikan seruan kuat melawan perang dan polarisasi.
Dalam pidatonya di depan puluhan ribu orang di Rimini, ia memperingatkan budaya yang 'mempersenjatai pikiran, kata-kata, dan bangsa'.
Paus menegaskan bahwa umat Kristiani harus merespons dengan belas kasih, perjumpaan, dan komitmen pada perdamaian.
Pesan untuk Kaum Muda Katolik
Ia juga menyampaikan dorongan kepada kaum muda Katolik, menyebut mereka 'tanda bahwa masa depan menjanjikan, bukan ancaman'.
Paus mengajak mereka untuk terlibat dalam masyarakat, tidak takut memberi diri sepenuhnya, dan pergi menemui semua orang.
Sebelumnya, di San Marino, Paus Leo berbicara kepada otoritas setempat tentang warisan Santo Marino dan Santo Leone.
Ia menyebut kedua santo itu membantu menciptakan masyarakat yang berakar pada kebebasan, saling menghormati, dan komunitas.
San Marino sebagai Contoh Politik yang Baik
Paus menggambarkan San Marino sebagai 'laboratorium politik yang baik' dan menekankan martabat setiap manusia 'dari pembuahan hingga kematian alami'.
Ia memperingatkan tentang ancaman kekerasan, fragmentasi sosial, dan ideologi yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kebaikan bersama.
Paus Leo adalah paus ketiga yang mengunjungi San Marino, setelah Yohanes Paulus II pada 1982 dan Benediktus XVI pada 2011.
Di Rimini, ia menyerukan dialog dan persahabatan di dunia yang terluka oleh banyak konflik.
Ia menegaskan bahwa tidak ada musuh, dan lawan adalah 'saudara atau saudari untuk dipandang mata dan ditemui dalam kebenaran'.
Paus juga mengajak umat untuk menantang sistem yang memicu kemiskinan, ketidaksetaraan, dan kerusakan lingkungan.
Ia mendorong pembebasan kerja dari 'penyembahan berhala keuntungan' dan melucuti perkembangan teknologi yang invasif dan destruktif.
>>> Plot Twist FFB 2026: Fendy Chow Kalahkan Arya Saloka, Reza Rahadian Borong Piala di Malam Puncak!
Menggemakan tema Paus Fransiskus, Paus Leo mendorong umat Katolik untuk mendengarkan dan berdialog, karena gereja bertumbuh melalui kesaksian otentik.