Harga minyak mentah berhasil rebound setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah masih membayangi pasokan energi global.
West Texas Intermediate (WTI) naik ke kisaran US$82 per barel, memangkas sebagian penurunan 14% dalam tiga sesi sebelumnya.
>>> Trump Ungkap Kekesalan pada Netanyahu Sebelum Pertemuan Pertama Sejak Perang Iran
Sementara itu, minyak Brent ditutup mendekati US$84 pada hari Selasa.
Di Irak, milisi yang didukung Iran kembali meluncurkan drone ke fasilitas minyak di Wilayah Timur Arab Saudi untuk hari kedua.
Serangan ini menambah tekanan pada Arab Saudi yang sedang menghadapi blokade maritim yang membatasi pengiriman minyak mentahnya.
>>> Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional untuk Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography
Iran juga meluncurkan rudal ke arah sebuah pangkalan AS di Yordania, seperti dilaporkan Axios.
Di sisi diplomasi, Iran menyampaikan kepada Oman bahwa proposal pembagian jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak akan menjawab kekhawatiran Teheran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa jalur masuk Selat Hormuz harus sepenuhnya berada di bawah kendali Iran, beserta sebagian jalur keluar.
>>> 5 HP vivo dengan Kamera 0.5 Harga Rp1 Jutaan 2026, Ada Layar AMOLED hingga Dukungan 5G
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran krusial yang menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global.
