PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) di Malang pada awal Juli 2026.
Acara ini menjadi forum kolaborasi nasional untuk memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan digital di era komputasi kuantum.
>>> IHSG Ditutup di 6.130, Saham Big Caps Jadi Pemberat
Perkembangan teknologi komputer kuantum yang pesat berpotensi mengancam sistem kriptografi yang saat ini digunakan secara luas.
Algoritma seperti RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC) menjadi fondasi layanan digital seperti identitas digital, sertifikat elektronik, hingga transaksi aman.
Oleh karena itu, transisi menuju Post-Quantum Cryptography menjadi langkah strategis untuk menjaga keamanan infrastruktur digital dalam jangka panjang.
Workshop ini menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai tantangan, peluang, dan langkah strategis menuju ekosistem digital yang lebih aman.
Pembicara dan Partisipan
Hadir sebagai pembicara antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Giyanto Awan Sularso, Managing Director Strategic Technology Initiatives BPI Danantara Ricardo Irwan Rei, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.
Workshop juga menghadirkan pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Telkom University, Universitas Pertahanan RI, IBM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Peruri, BSSN, dan Universitas Brawijaya.
Mereka memaparkan perkembangan teknologi, hasil riset, hingga implementasi awal PQC di berbagai sektor.
Pentingnya Pemahaman dan Migrasi PQC
Edwin Hidayat Abdullah menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman mengenai PQC, khususnya di kalangan regulator dan pelaku industri.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah menerjemahkan konsep akademik menjadi kebijakan, standar, dan implementasi yang dapat diadopsi secara luas.
>>> Wall Street Ditopang Penurunan Harga Minyak, Saham Chip Tertekan
