Giyanto Awan Sularso dari BSSN menegaskan bahwa kesiapan menghadapi ancaman terhadap sistem kriptografi perlu dilakukan secara bertahap.
BSSN telah menyiapkan kerangka migrasi menuju PQC yang meliputi inventarisasi aset kriptografi, penilaian risiko, penyusunan prioritas, perencanaan migrasi, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.
Pendekatan ini bertujuan memastikan proses migrasi di kementerian, lembaga, BUMN, dan sektor strategis berjalan terukur, aman, serta selaras dengan standar nasional dan internasional.
Komitmen Telkom dan Rekomendasi Forum
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan transformasi keamanan digital.
Menurutnya, semakin tinggi digitalisasi, semakin besar kebutuhan membangun fondasi keamanan yang mampu mengantisipasi ancaman masa depan.
“Post-Quantum Cryptography bukan sekadar isu teknologi, tetapi bagian dari kesiapan nasional menjaga kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia,” ujar Seno.
Ia menambahkan bahwa kesiapan menghadapi era kuantum membutuhkan sinergi kuat dalam membangun standar, talenta, riset, hingga implementasi.
Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain penyusunan roadmap nasional transisi menuju PQC, identifikasi use case prioritas, pengembangan pilot project, serta penguatan kolaborasi riset dan pengembangan talenta.
Area potensial untuk implementasi awal meliputi perlindungan komunikasi digital, layanan keuangan, identitas digital, cloud, cybersecurity, Public Key Infrastructure, Hardware Security Module (HSM), serta sistem layanan publik dan infrastruktur digital strategis.
Melalui sinergi ini, Telkom mendorong terwujudnya ekosistem digital yang semakin tangguh, terpercaya, dan siap menghadapi tantangan keamanan digital di era komputasi kuantum.
