Malam puncak Festival Film Bandung (FFB) Ke-39 Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) lalu, tidak hanya menjadi ajang glamor bagi para bintang ibukota, tetapi juga menjadi saksi sejarah "pembantaian" prediksi para pengamat perfilman tanah air.
Digelar di tengah antusiasme publik yang memuncak, ajang penghargaan yang diinisiasi oleh Forum Film Bandung ini sukses menyita perhatian jutaan pasang mata. Bukan hanya karena deretan busana red carpet yang memukau, melainkan karena serangkaian plot twist yang terjadi di atas panggung, khususnya pada kategori paling bergengsi di dunia pertelevisian.
Jika Anda mengikuti hiruk-pikuk media sosial menjelang acara, Anda pasti tahu bahwa nama Arya Saloka adalah "raja" tanpa mahkota malam itu. Namun, Dewan Juri FFB 2026 justru memilih untuk menuliskan narasi yang berbeda.
Ketika Antagonis Mengalahkan Sang Fenomena
Kejutan terbesar meledak saat kategori Pemeran Pria Terpuji Serial Televisi dibacakan. Publik, termasuk basis massa fanatik Arya Saloka dan Kenny Austin, sudah menyiapkan confetti untuk kemenangan mereka.
Arya Saloka, dengan totalitasnya dalam sinetron Terikat Janji di RCTI, serta Kenny Austin dari Cinta Sepenuh Jiwa, memang menjadi favorit. Popularitas mereka di media sosial tak terbantahkan. Namun, piala bergengsi tersebut justru melayang dan mendarat di tangan rekan setingkat mereka di sinetron yang sama: Fendy Chow.
Kemenangan Fendy Chow yang memerankan karakter antagonis "Dipa" bisa dibilang sebagai upset terbesar malam itu. Ini adalah bukti bahwa di mata juri FFB, kualitas akting yang "menyakitkan" hati penonton ternyata lebih dihargai daripada sekadar popularitas karakter protagonis.
Dewan juri menilai penjiwaan Fendy Chow sebagai Dipa sangatlah brilian. Ia berhasil membangun emosi penonton hingga ke titik nadir—membuat penonton geram, kesal, namun di saat yang sama tidak bisa memungkiri bahwa aktingnya sangat natural, tidak kaku, dan hidup.