Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump menyerukan kerja sama berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina menuju perdamaian abadi.
Seruan itu disampaikan setelah ia membantu menengahi gencatan senjata lokal di Ukraina selatan bulan lalu.
Dalam acara di Gedung Putih, Kamis, ia menyoroti capaian kemanusiaan dari gencatan senjata di Oleshky, wilayah Kherson selatan.
Menurut laporan media asing, gencatan senjata tersebut dimulai pada 27 Oktober dan berlangsung selama enam hari.
"Setiap transformasi besar dimulai dari percikan kecil," kata Melania.
Ia menambahkan, "Nyalakan harapan, tumbuhkan kerja sama, dan terangi jalan menuju perdamaian abadi."
Awal Mula Inisiatif Kemanusiaan
Melania mengaku mulai bekerja dengan pejabat Rusia dan Ukraina melalui perwakilannya, Marc Beckman, pada September.
Langkah itu diambil setelah ia mengetahui krisis kemanusiaan di Oleshky.
Ia menyatakan kedua negara menandatangani kesepakatan tertulis yang mengakui dirinya sebagai perantara eksklusif.
Kesepakatan itu berujung pada gencatan senjata pada 23 Oktober.
"Kami memilih kemanusiaan di atas perang," ujarnya, berharap gencatan senjata lokal ini membuka jalan bagi perdamaian yang lebih luas.
Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, yang hadir dalam acara itu, mengatakan Putin telah memberikan instruksi pribadi untuk memastikan pelaksanaan gencatan senjata.
David Arakhamia, anggota parlemen senior Ukraina yang juga hadir, memuji inisiatif tersebut dan menyerukan upaya kemanusiaan berkelanjutan.
"Gencatan senjata di Oleshky tidak akan terwujud tanpa Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy," kata Melania.
Ia menambahkan telah menulis surat pribadi kepada kedua pemimpin dan meminta perwakilan mereka untuk menyampaikannya.
