LONDON, SURABAYAINSIDE.com - Pemerintah Inggris menjalankan kampanye "Be Ready" — Bersiaplah — yang mengajak warganya menyiapkan persediaan darurat di rumah, untuk berjaga-jaga apabila layanan-layanan penting sewaktu-waktu terganggu.
Yang Perlu Ada di Rumah
Daftar yang dianjurkan mencakup makanan kaleng dan cadangan makanan untuk tiga hari, air minum kemasan sebanyak 9 liter, selimut, dan uang tunai. Perlengkapan lain yang disarankan adalah kotak pertolongan pertama, senter beserta baterainya, serta radio FM bertenaga putar yang tidak membutuhkan baterai.
Persediaan itu dimaksudkan agar warga bisa bertahan melewati situasi darurat, mulai dari cuaca ekstrem dan serangan siber sampai krisis kritis lainnya. Kepada BBC disebutkan, langkah ini bukan soal kepanikan, melainkan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Andy Burnham, yang disebut sebagai Perdana Menteri Inggris, turut menyarankan warga menyimpan makanan dan air untuk keadaan darurat.
Peringatan Menteri dan Kepala MI5
Imbauan ini sejalan dengan tulisan Wes Streeting, yang disebut sebagai Menteri Pertahanan Inggris, di surat kabar The Telegraph. Ia memperingatkan pihak-pihak yang memusuhi Inggris bisa jadi siap melancarkan serangan pada 2030, karena kapasitas militer dan ekonomi perang mereka terus berubah dan meningkat. Dari sekarang, menurutnya tersisa sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi bersiap bersama sekutu — bersiap bertempur dan meraih kemenangan. Ia juga menyinggung potensi agresi Rusia dan apa yang ia sebut sebagai terorisme yang disponsori negara.
Dari sisi intelijen, Direktur Jenderal MI5 Sir Ken McCallum pada awal bulan ini menyerukan upaya seluruh lapisan masyarakat menghadapi ancaman terhadap infrastruktur nasional: peretasan bisa melumpuhkan perbankan, drone bisa mengganggu penerbangan, dan serangan siber ke rumah sakit bisa berdampak buruk pada layanannya. McCallum menilai ancaman-ancaman ini bukan gangguan sesaat — masa stabilitas geopolitik relatif pasca-Perang Dingin telah berakhir dan era yang jauh lebih kompetitif telah kembali.