unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Prabowo Targetkan Masalah Sampah Selesai 2028, Danantara Ditugasi Garap Proyek Waste to Energy
News

Prabowo Targetkan Masalah Sampah Selesai 2028, Danantara Ditugasi Garap Proyek Waste to Energy

Prabowo Targetkan Masalah Sampah Selesai 2028, Danantara Ditugasi Garap Proyek Waste to Energy
ESDM-Danantara Bahas Aturan Pasokan Listrik, Bukan Ekspor Energi
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto menargetkan masalah sampah di Indonesia tuntas pada 2028, dan Badan Pengelola Investasi Danantara ditugasi menggarap solusinya lewat proyek pembangkit listrik tenaga sampah. Target ambisius itu menjadi alasan nama Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, ramai dicari warganet pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut laporan CNBC Indonesia pada 28 Oktober 2026, Presiden Prabowo menegaskan persoalan sampah harus selesai dalam dua tahun ke depan, dengan Danantara sebagai penggerak utama proyek waste to energy (WtE) di berbagai kota. Tumpukan sampah di kota-kota besar, termasuk di Bantargebang, Bekasi, yang dilaporkan mencapai puluhan juta ton, menjadi latar urgensi tersebut.

Danantara sendiri sudah bergerak. Pada fase kedua program, Danantara Investment Management telah menerbitkan Conditional Letters of Award kepada delapan mitra terpilih yang mencakup delapan lokasi strategis di 20 kabupaten dan kota. Studi kelayakan fase ini ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, sehingga konstruksi bisa dimulai lebih cepat dari jadwal semula Desember 2026 hingga Januari 2027.

Tiga Proyek Sudah Masuk Konstruksi

Sejumlah proyek fase pertama bahkan sudah memasuki tahap pembangunan. Fasilitas PSEL Bogor Raya 1 di Bogor mulai dibangun pada 17 September 2026 dengan nilai investasi Rp2,8 triliun. Fasilitas itu dirancang mengolah 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028.

Sebelumnya, pembangunan PSEL juga sudah berjalan di Denpasar Raya, Bali, dan Kota Bekasi. Ketiga proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menyatakan keyakinannya akan ada lebih banyak groundbreaking WtE di 12 kota berbeda hingga akhir tahun ini. Seluruh fasilitas disebut dibangun sesuai standar emisi Eropa.

Imbal Hasil dan Dampak Strategis

Di balik proyek sampah, Danantara menegaskan prinsip investasinya: setiap penanaman modal harus menghasilkan imbal hasil sekaligus dampak strategis. Prinsip itu disampaikan Pandu Sjahrir dalam forum di Jawa Timur yang diberitakan Antara, dan menjadi benang merah yang mengaitkan proyek komersial dengan agenda pembangunan nasional.

Dengan target 2028 yang tinggal dua tahun lagi, publik kini menanti pembuktian: apakah proyek-proyek WtE ini benar-benar beroperasi tepat waktu, dan apakah gunungan sampah di kota-kota besar mulai menyusut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru