unique visitors counter
⌂ Beranda News BMKG: Abu Anak Krakatau Menjauh dari Jakarta, Bergerak ke Samudra Hindia
News

BMKG: Abu Anak Krakatau Menjauh dari Jakarta, Bergerak ke Samudra Hindia

Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik
Lima Bandara Indonesia Dibuka Kembali Setelah Abu Vulkanik Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Jakarta dan sekitarnya tidak lagi berada dalam zona bahaya penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan peta Significant Meteorological Information (SIGMET) terbaru, sebaran abu vulkanik menjauhi daratan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa material abu dominan bergerak ke arah barat daya menuju perairan terbuka Samudra Hindia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan hasil pengujian paper test berkala menunjukkan negatif paparan abu vulkanik di area landasan pacu.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik.

BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman," kata Faisal dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau berada hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,13 km.

Abu bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan sekitar 5-10 knot atau 9,3-18,5 kilometer per jam.

"Berdasarkan pemodelan cuaca, angin pada lapisan rendah hingga menengah diprediksi masih membawa abu vulkanik menjauhi Pulau Jawa menuju perairan Samudra Hindia," ujarnya.

Erupsi Kecil Strombolian Terdeteksi

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menuturkan bahwa abu bergerak pada ketinggian rendah sekitar 7.000 kaki dengan kecepatan 5-10 knot.

"Wilayah yang terdampak berada di sebagian kawasan barat daya Banten serta perairan Samudra Hindia.

Berdasarkan pola pergerakannya, belum terlihat indikasi abu vulkanik menyebar secara dominan ke wilayah bandara utama, termasuk Bandara Soekarno-Hatta," ucapnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam letusan baru bertipe strombolian dengan durasi singkat 19 detik pada Selasa, 8 September 2026, pagi.

📰 Update Terbaru