Korea Utara telah memperdalam hubungan militer dengan Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.
Pyongyang dilaporkan telah mengirim ribuan kontainer amunisi dan menempatkan sekitar 15.000 tentara untuk membantu pasukan Rusia di wilayah Kursk.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memperkirakan sekitar 2.000 tentara Korea Utara tewas dalam pertempuran.
Bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Pyongyang bersiap mengerahkan tambahan 30.000 hingga 50.000 personel ke Rusia dan telah memasok rudal balistik tambahan.
Ia memperingatkan bahwa pengalaman medan perang yang diperoleh Korea Utara di Rusia menjadi ancaman yang semakin besar bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un yang berpengaruh, menyebut laporan penambahan pasukan sebagai "lelucon yang tidak berdasar dari Kiev".
Selain dari Xi dan Putin, Kim juga menerima surat ucapan dari pemimpin Vietnam, Kamboja, Mongolia, Singapura, Swedia, Swiss, Belarus, Bahrain, dan Zimbabwe, menurut KCNA.