Samsung melaporkan bahwa penjualan gabungan Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra di Eropa mencapai 50% lebih tinggi dibandingkan Galaxy Z Fold7 pada tahun sebelumnya.
Angka ini tidak termasuk penjualan Z Flip8, berbeda dengan data pre-order yang dirilis sebelumnya.
Meski dua model dibandingkan dengan satu model, data ini menunjukkan adanya celah besar di lini Galaxy Z untuk perangkat layar lebar.
Lonjakan dari Pengguna Z Flip
Jumlah mantan pengguna Z Flip yang meningkatkan ke Galaxy Z Fold8 tiga kali lebih banyak dibanding yang beralih ke Z Fold7 tahun lalu.
Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat, di mana penjualan gabungan Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra 30% lebih tinggi dari Z Fold7.
Di AS, kedua model ini menyumbang 80% dari total pembelian Galaxy Z series saat ini, menyisakan 20% untuk Z Flip8.
Z Flip sebagai Gerbang Masuk
Model Z Flip dianggap sebagai pintu masuk ke dunia foldable Galaxy Z.
Sebanyak 20% pembeli Z Flip8 di Eropa berasal dari merek pesaing, sementara di AS angkanya mencapai 30%.
Bagi banyak dari mereka, Z Flip8 adalah perangkat lipat pertama yang mereka miliki.
Selain itu, lini 2026 terbukti lebih berhasil menarik pengguna iPhone.
Tercatat peningkatan 60% jumlah pengguna iPhone yang membeli ponsel Galaxy Z8 dibandingkan seri Z7 tahun lalu.
Kabar ini muncul hanya beberapa jam sebelum Apple meluncurkan perangkat lipat pertamanya.
Bagaimana Samsung akan bersaing dalam beberapa bulan ke depan masih menjadi pertanyaan menarik.