Nama Elizabeth Sindoro kembali mencuat setelah kiprahnya di dunia bisnis dikaitkan dengan Paramount Enterprise International dan PT Dan Liris.
Meski lama berada di balik layar, perannya dalam menjaga keberlanjutan bisnis keluarga membuat sosoknya tetap relevan untuk ditelusuri.
Elizabeth juga dikenal dengan nama I. P.
Elizabeth Sindoro, dan sejumlah sumber menggunakan variasi Pujiastuti Elizabeth Sindoro.
Informasi soal kehidupan pribadinya tidak sebanyak rekam jejak bisnisnya.
Suami dan Kiprah di Dan Liris
Elizabeth Sindoro merupakan istri mendiang Handiman Tjokrosaputro, salah satu tokoh penting dalam sejarah PT Dan Liris.
Berdasarkan sejarah resmi perusahaan, Dan Liris didirikan pada 25 April 1974 oleh Handoko dan Handiman Tjokrosaputro.
Perusahaan itu merupakan kelanjutan usaha keluarga Tjokrosaputro yang sebelumnya bergerak di bidang batik.
Dan Liris kemudian berkembang menjadi produsen tekstil dan garmen terintegrasi dengan pasar domestik maupun internasional.
Setelah Handiman meninggal dunia, Elizabeth tetap memiliki peran dalam kesinambungan bisnis keluarga.
Situs resmi Dan Liris saat ini menyebut Elizabeth sebagai sosok yang memberikan arahan strategis.
Kepemimpinan operasional berada di tangan generasi ketiga melalui Michelle Tjokrosaputro.
Michelle sendiri tercatat sebagai Chief Executive Officer Danliris Group sejak 2009.
“Sejak dulu memang ibu saya (Elizabeth Sindoro—red) yang mengelola divisi itu,” kata Michelle ketika menjelaskan keterlibatan ibunya dalam bisnis keluarga.
Dari pernikahannya dengan Handiman Tjokrosaputro, Elizabeth memiliki beberapa anak.
Nama yang paling banyak muncul dalam pemberitaan bisnis adalah Denise Tjokrosaputro dan Michelle Tjokrosaputro.
Michelle merupakan generasi ketiga yang kini memimpin Dan Liris.
Posisi tersebut menunjukkan bagaimana pengelolaan bisnis keluarga Tjokrosaputro diteruskan lintas generasi.
Sementara itu, Elizabeth tetap memberikan arahan strategis.
