Apple mulai memperluas penggunaan eSIM pada lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Namun, langkah menuju iPhone tanpa kartu SIM fisik itu belum berlaku merata di semua negara.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang masih mendapatkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan slot kartu SIM fisik.
Konsumen Tanah Air masih bisa memakai kartu SIM konvensional, di samping eSIM jika operator seluler yang digunakan sudah mendukung.
Perbedaan konfigurasi ini menarik karena perangkat dengan nama dan desain sama ternyata dapat memiliki susunan komponen internal berbeda, tergantung negara pemasaran.
12 Negara Mulai Tinggalkan Slot SIM Fisik
Mengutip laporan MacRumors, Kamis (10/9/2026), Apple menyediakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max versi eSIM-only di 12 negara dan wilayah.
Pasar tersebut mencakup Bahrain, Kanada, Guam, Jepang, Kuwait, Meksiko, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Kepulauan Virgin AS.
Pada model tersebut, pengguna tidak lagi menemukan baki untuk kartu SIM fisik. Aktivasi layanan seluler sepenuhnya dilakukan menggunakan eSIM.
Kebijakan ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru bagi Apple.
Perusahaan sudah menghapus slot SIM fisik pada iPhone yang dijual di Amerika Serikat sejak iPhone 14, dan kini cakupannya mulai diperluas ke sejumlah pasar lain.
Sementara itu, Indonesia masih mempertahankan konfigurasi yang lebih fleksibel.
Mengapa Indonesia Masih Dapat SIM Fisik?
Keputusan mempertahankan slot SIM fisik tidak bisa dilepaskan dari kondisi masing-masing pasar.
Peralihan ke eSIM bukan hanya urusan produsen smartphone, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan operator dan kebiasaan pengguna.
Bagi sebagian konsumen Indonesia, kartu SIM fisik masih menjadi cara praktis untuk memindahkan nomor dari satu perangkat ke perangkat lain.
Proses aktivasi eSIM juga dapat berbeda antara operator.
