Nama Taylor Swift kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena musik, melainkan karena diabadikan sebagai inspirasi penamaan genus dan beberapa spesies serangga baru asal Australia.
Tim peneliti dari University of California, Riverside (UCR) menyematkan nama pelantun Cruel Summer itu ke dalam temuan 12 spesies serangga baru.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics and Evolution.
Genus Swiftiephylus dan Spesies Terinspirasi Album
Dari jajaran spesies anyar itu, satu genus dinamai Swiftiephylus, kombinasi dari julukan penggemarnya, Swiftie, dan Phylus yang merujuk pada kelompok serangga tersebut.
Empat spesies di antaranya diberi nama yang terilhami langsung dari nama sang musisi serta judul album hit miliknya.
Nama-nama tersebut adalah Swiftiephylus taylorae (Taylor), Swiftiephylus amator (Lover), Swiftiephylus intrepidus (Fearless), dan Swiftiephylus poetorum (The Tortured Poets Department).
Variety pada Rabu (9/9) memberitakan kandidat doktor entomologi UCR, Sarah Schroeder, membeberkan alasannya memilih nama sang idola.
Sebagai penggemar setia Taylor Swift, Schroeder berharap penyematan nama musisi kondang ini dapat mendongkrak kepedulian publik terhadap keanekaragaman hayati serta pentingnya konservasi serangga.
Aspek visual serangga tersebut juga menjadi alasan unik di balik penamaan ini.
Warna tubuh serangga yang memadukan kuning pucat dengan sentuhan warna merah dinilai mirip dengan penampilan khas Taylor Swift yang dikenal lewat rambut pirang dan pemerah bibir ikonisnya.
Serangga Swiftiephylus ini hidup di pohon she-oak khas Australia dan dipastikan aman karena tidak tergolong hama bagi manusia maupun hewan.
Spesimen serangga dari famili Miridae ini sebenarnya telah dikumpulkan pada periode 1995 hingga 2004 lewat riset keanekaragaman hayati antara American Museum of Natural History dan peneliti Australia.
Namun, serangga tersebut baru dapat diteliti secara taksonomi dan dideskripsikan secara resmi saat ini.
