Hari itu ditutup dengan pertunjukan malam yang menampilkan kolaborasi musik dan tari.
Sebelum pulang pada Jumat, remaja Bangkok mengunjungi Namsangol Hanok Village untuk lokakarya langsung kerajinan tradisional Korea.
Seorang peserta dari Seoul mengaku bahwa mengatasi hambatan bahasa membuat mereka menemukan kembali kotanya sendiri dari sudut pandang baru.
Sementara itu, seorang siswa Bangkok menyoroti kunjungan ke Garden of Gratitude sebagai pengingat mendalam akan ikatan sejarah yang bertahan antara kedua negara.
Program ini akan berlanjut pada musim gugur ketika Seoul mengirim 30 siswa lokal ke Bangkok pada 2-6 November untuk kunjungan timbal balik ke Balai Kota Bangkok, pusat pemuda, dan situs warisan penting.
"Pertukaran ini memberikan kesempatan bermakna bagi remaja Seoul dan Bangkok untuk mengunjungi 'Garden of Gratitude' bersama, merenungkan ikatan panjang antara kedua negara dan menghormati pengorbanan veteran Perang Korea Thailand sambil tumbuh memahami satu sama lain," kata Lee Hae-seon, direktur jenderal Biro Pendidikan Seumur Hidup Pemerintah Metropolitan Seoul.
"Kami akan terus mendukung remaja kami agar dapat tumbuh menjadi warga global."