Dunia anime kembali berduka. Mike McFarland, salah satu pengisi suara paling ikonik dan berpengaruh dalam industri sulih suara bahasa Inggris untuk anime, telah meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2026. Pria yang selama puluhan tahun menghidupkan karakter-karakter legendaris seperti Master Roshi dari Dragon Ball dan Buggy the Clown dari One Piece ini mengembuskan napas terakhir pada usia 56 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker otak jenis glioblastoma.
Kabar kepergian McFarland sontak memicu gelombang belasungkawa dari seluruh penjuru dunia, baik dari rekan seprofesi, studio animasi, hingga jutaan penggemar anime yang tumbuh besar bersama suara khasnya. Bagi banyak orang, McFarland bukan sekadar pengisi suara — ia adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton anime yang mereka cintai.
Perjalanan Panjang Melawan Kanker Otak Glioblastoma
Kondisi kesehatan Mike McFarland sebenarnya sudah menjadi perhatian publik sejak awal tahun 2025. Pada Januari 2025, McFarland terpaksa membatalkan kehadirannya di ajang Central Florida Comic Con, sebuah acara yang sangat dinantikan oleh para penggemarnya. Pembatalan tersebut bukan tanpa alasan — ia baru saja didiagnosis mengidap tumor otak yang cukup serius.
Sejak saat itu, perjalanan kesehatannya terus mengalami pasang surut. McFarland harus menjalani serangkaian operasi dan perawatan intensif yang menguras tenaga maupun biaya. Menyadari besarnya beban finansial yang harus ditanggung sang legenda, dua rekan sesama pengisi suara, yakni J. Michael Tatum dan Brandon McInnis, berinisiatif menggalang dana melalui platform crowdfunding GoFundMe. Kampanye penggalangan dana tersebut mendapat respons luar biasa dari komunitas anime global, membuktikan betapa besar cinta dan rasa hormat penggemar terhadap sosok McFarland.
Sayangnya, meski telah menjalani berbagai tindakan medis, tumor yang bersarang di otaknya terdiagnosis sebagai glioblastoma — salah satu jenis kanker otak paling agresif dan mematikan yang dikenal dalam dunia medis. Glioblastoma dikenal memiliki tingkat kekambuhan yang sangat tinggi dan prognosis yang umumnya buruk, bahkan dengan penanganan terbaik sekalipun. McFarland berjuang dengan gagah berani selama hampir dua tahun sebelum akhirnya menyerah pada penyakit tersebut.
Crunchyroll Sampaikan Duka Mendalam: "Sosok Bertalenta Luar Biasa"
Tidak lama setelah kabar duka ini menyebar, Crunchyroll — layanan streaming anime terbesar di dunia yang kini menaungi banyak waralaba yang pernah diisi suaranya oleh McFarland — merilis pernyataan resmi yang penuh haru.
"Mike memberikan kontribusi luar biasa bagi kami yang mengenalnya, begitu pula bagi para penggemar anime yang menikmati karyanya," tulis Crunchyroll dalam pernyataannya yang dikutip oleh Variety pada Jumat, 11 September 2026.
Pernyataan tersebut tidak berhenti di situ. Crunchyroll juga menekankan betapa berartinya McFarland tidak hanya sebagai profesional, tetapi juga sebagai pribadi yang hangat dan dicintai banyak orang.
"Ia sosok bertalenta luar biasa, sahabat bagi banyak orang, dan kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi kami semua," lanjut pernyataan resmi tersebut.
Ucapan belasungkawa ini semakin menegaskan posisi McFarland sebagai pilar penting dalam ekosistem anime berbahasa Inggris yang selama ini menjadi jembatan antara karya-karya Jepang dan audiens global.
Master Roshi, Buggy, dan Deretan Karakter Ikonis yang Tak Terlupakan
Bagi penggemar anime generasi 1990-an hingga 2020-an, suara Mike McFarland adalah suara yang langsung bisa dikenali dalam hitungan detik. Perannya sebagai Master Roshi dalam seluruh seri Dragon Ball — mulai dari Dragon Ball, Dragon Ball Z, Dragon Ball GT, Dragon Ball Super, hingga berbagai film layar lebarnya — bisa dibilang sebagai salah satu penampilan sulih suara paling ikonik sepanjang sejarah anime berbahasa Inggris. Cara McFarland menangkap nuansa humor, kebijaksanaan, dan sedikit kenakalan dari sang Turtle Hermit membuatnya terasa begitu hidup dan autentik.
Tidak hanya Master Roshi, McFarland juga mengisi suara Yajirobe, karakter pendekar pemalas namun关键时刻 selalu hadir di saat-saat kritis dalam Dragon Ball Z. Kontras antara suara Master Roshi yang serak dan penuh wibawa dengan Yajirobe yang lebih santai menunjukkan betapa luasnya jangkauan vokal McFarland.
Di semesta One Piece, McFarland menghidupkan Buggy the Clown, salah satu antagonis-turned-antihero paling populer dalam sejarah manga dan anime. Suara McFarland yang teatrikal dan penuh energi berhasil menangkap esensi Buggy sebagai karakter yang kocak, dramatis, namun secara mengejutkan juga memiliki kedalaman emosional.
Jejak Karier yang Melampaui Sekadar Pengisi Suara
Namun, menyebut Mike McFarland hanya sebagai pengisi suara rasanya sangat mereduksi kontribusinya yang luar biasa bagi industri anime. McFarland adalah sosok multitalenta yang perannya mencakup hampir seluruh aspek produksi sulih suara.
Karier profesionalnya dimulai pada tahun 1997 ketika ia menjadi salah satu pengisi suara generasi awal yang direkrut oleh Funimation Entertainment di Texas, Amerika Serikat. Pada masa itu, industri sulih suara anime di Barat masih dalam tahap perintisan, dan McFarland termasuk di antara para pionir yang meletakkan fondasi bagi apa yang kini menjadi industri bernilai miliaran dolar.
Seiring berjalannya waktu, McFarland tidak hanya berdiri di depan mikrofon. Ia juga memegang peran-peran kunci di balik layar, termasuk sebagai line producer, sutradara ADR (Automated Dialogue Replacement atau rekaman suara ulang), serta adaptor naskah untuk berbagai film dan serial animasi yang diproduksi oleh Funimation dan kemudian Crunchyroll. Dalam kapasitasnya sebagai sutradara ADR, McFarland bertanggung jawab mengarahkan para pengisi suara lain untuk memastikan kualitas dan kesesuaian emosi dalam setiap adegan — sebuah tugas yang membutuhkan kepekaan artistik tingkat tinggi.
Portofolio yang Membentang Lintas Generasi dan Genre
Rekam jejak McFarland dalam industri anime sungguh mengesankan dan membentang jauh melampaui Dragon Ball dan One Piece. Beberapa karakter populer lain yang pernah ia hidupkan antara lain:
- Jean Kirstein dalam Attack on Titan — karakter kompleks yang tumbuh dari rival menjadi pemimpin yang dihormati.
- Jean Havoc dalam Fullmetal Alchemist — prajurit setia dengan selera humor yang khas.
- Teppei Sugo dalam Psycho-Pass — antagonis yang mencekam dan penuh perhitungan.
- Sky Master dalam Heaven's Lost Property — karakter komedi yang absurd namun menghibur.
- Goemon Ishikawa dalam Lupin III: The Woman Called Fujiko Mine serta berbagai film dalam waralaba Lupin III lainnya.
- George dalam Case Closed (Detective Conan).
Hingga tahun-tahun terakhir hidupnya, McFarland tetap aktif dan produktif. Beberapa peran terbarunya yang masih segar dalam ingatan penggemar meliputi Hiroshi Odokawa dalam Odd Taxi, Big Bad Wolf dalam Date A Live IV, serta E.G. Mine dalam Trigun Stampede. Fakta bahwa ia terus berkarya hingga di tengah perjuangannya melawan kanker menunjukkan dedikasi dan kecintaannya yang tak tergoyahkan terhadap seni sulih suara.
Kehilangan Besar bagi Komunitas Anime Global
Kepergian Mike McFarland bukan sekadar kehilangan satu orang — ia adalah kehilangan sebuah era. Bagi banyak penggemar anime di luar Jepang, suara McFarland adalah pintu gerbang pertama mereka menuju dunia animasi Jepang. Generasi yang tumbuh besar menonton Dragon Ball Z di televisi pada sore hari atau mengikuti petualangan Luffy di One Piece setiap minggu memiliki ikatan emosional yang sangat personal dengan suara-suara yang ia ciptakan.
Di media sosial, ribuan penggemar dari berbagai negara telah membanjiri lini masa dengan ucapan belasungkawa, cuplikan adegan-adegan ikonik yang diisi suaranya oleh McFarland, serta cerita-cerita pribadi tentang bagaimana karya-karyanya memengaruhi hidup mereka. Hashtag penghormatan untuk McFarland sempat menjadi trending topic di berbagai platform, menandakan betapa luasnya dampak yang ia tinggalkan.
Rekan-rekan seprofesinya pun tidak ketinggalan menyampaikan duka. Banyak pengisi suara yang pernah bekerja di bawah arahan McFarland sebagai sutradara ADR mengenangnya sebagai mentor yang sabar, suportif, dan selalu mendorong orang-orang di sekitarnya untuk memberikan yang terbaik.
Warisan yang Tak Akan Pernah Padam
Mike McFarland mungkin telah tiada, tetapi warisannya akan terus hidup selama anime masih ditonton dan dicintai oleh generasi-generasi mendatang. Setiap kali seseorang menekan tombol play untuk menonton episode Dragon Ball atau One Piece dalam versi bahasa Inggris, suara McFarland akan kembali terdengar — menghibur, menginspirasi, dan mengingatkan kita pada masa-masa ketika dunia terasa lebih sederhana dan penuh keajaiban.
Selamat jalan, Mike McFarland. Terima kasih atas setiap tawa, setiap air mata, dan setiap momen magis yang telah kau berikan kepada jutaan penggemar anime di seluruh dunia. Suaramu mungkin telah senyap, tetapi gaungnya akan terus bergema selamanya.