Gyeongbok Palace di Seoul kembali menjadi panggung pertemuan musik istana Korea dan balet klasik.
Pertunjukan bertajuk "Ballet x Sujecheon" akan digelar empat malam, 2-5 Oktober, mulai pukul 19.00 setiap harinya di Jipokjae.
Jipokjae merupakan perpustakaan kerajaan dua lantai yang dibangun pada era Dinasti Joseon 1392-1910.
Paviliun itu dikenal karena perpaduan arsitektur Korea dan Tiongkok, sehingga menjadi latar dramatis bagi eksperimen seni lintas abad.
Pertunjukan ini memadukan Sujecheon, musik istana legendaris dari era Kerajaan Baekje, dengan balet klasik.
Sujecheon secara historis dimainkan untuk mendoakan kedamaian bagi keluarga kerajaan.
Tiga Babak dan Kolaborasi Seniman
Pertunjukan tiga babak ini melibatkan lebih dari 90 penampil.
Produksi digarap K-Arts Ballet dari Korea National University of Arts, Sujecheon Project, dan kelompok pertunjukan tradisional Yeonhui Company Yuhui.
Arahan artistik dipercayakan kepada Cho Joo-hyun, profesor tari di K-Arts.
Babak pembuka, "Ballet Jeongjae," menafsirkan ulang tarian jamuan istana kuno melalui langkah balet klasik.
Babak kedua, "Ballet Fantasy," memadukan melodi rakyat Korea dengan balet romantis.
Babak penutup, "Ballet Binari," menyandingkan koreografi kontemporer dengan ritme samulnori, perkusi rakyat Korea.
Produksi tahunan ini pertama digelar pada 2022 dan selalu sold out pada penyelenggaraan sebelumnya.
Tiket dijual mulai Jumat pukul 17.00 dengan sistem siapa cepat dia dapat, maksimal empat tiket per pembeli.
Warga Korea dapat memesan hingga 450 kursi per pertunjukan melalui Ticketlink.
Pengunjung internasional mendapat alokasi 100 kursi per pertunjukan melalui Creatrip.
Harga tiket 20.000 won atau sekitar 14 dolar AS.
Reservasi telepon tersedia bagi lansia 65 tahun ke atas, pengunjung disabilitas, dan veteran nasional melalui 1588-7890.