Xiaomi Xring O3 hadir sebagai chipset mobile terbaru perusahaan, melanjutkan Xring O1 yang dirilis Mei 2025.
Penamaan O3 yang melompati O2 belum dijelaskan Xiaomi, tetapi pengujian menunjukkan O3 memberi peningkatan efisiensi energi setara dua generasi.
Lonjakan performa dan kemampuan NPU-nya pun disebut lebih dari sekadar peningkatan satu generasi.
Spesifikasi Xring O3 dan Xring O1
Xring O3 diumumkan Agustus 2026, sedangkan Xring O1 diumumkan Mei 2025.
Keduanya memakai node 3nm TSMC, namun O3 menggunakan versi N3P yang memberi performa sedikit lebih baik dibanding N3E pada O1.
Jumlah transistor Xring O3 mencapai 24 miliar, naik dari 19 miliar pada Xring O1.
Ukuran die ikut membesar menjadi 133 sq. mm, dari 114,7 sq.
mm pada O1.
CPU Xring O3 mengusung desain all-big-core dengan inti seri C1: 2 x 4,35 GHz C1-Ultra, 4 x 3,68 GHz C1-Premium, dan 4 x 3,15 GHz C1-Pro.
Xring O1 memakai 2 x 3,9 GHz Cortex-X925, 4 x 3,4 GHz Cortex-A725, 2 x 1,9 GHz Cortex-A725, dan 2 x 1,8 GHz Cortex-A520.
Sisi GPU, Xring O3 membawa 16-core Mali-G2 Ultra NX pada frekuensi 1600 MHz.
Xring O1 memakai 16-core Mali-G925 Immortalis pada 1392 MHz.
NPU Xring O3 mencapai 200 TOPS, jauh di atas 44 TOPS milik Xring O1.
Memori Xring O3 memakai LPDDR6 hingga 5333 MHz dan penyimpanan UFS 4.1.
Xring O1 memakai LPDDR5T hingga 4800 MHz serta UFS 4.0 dan UFS 4.1.
Konektivitas Xring O3 mencakup modem MediaTek T900 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 6.0.
Xring O1 memakai modem MediaTek T800 5G dengan unduh puncak 7,9 Gbps dan unggah puncak 4,2 Gbps, Wi-Fi 7, serta Bluetooth 5.4.