Hasil benchmark dan perubahan hardware
Perangkat ber-Xring O3 belum sampai ke kantor Gizmochina, sehingga angka benchmark diambil dari outlet China, Xiaobai's Tech.
Pengujian itu dilakukan memakai Xiaomi Pad 9 Pro Max yang baru diluncurkan.
Untuk Xring O1, pengujian sudah dilakukan memakai Xiaomi 15s Pro.
Pada Geekbench 6 CPU, Xiaomi Pad 9 Pro Max ber-Xring O3 mencetak skor single-core 2.910, sekitar 27% lebih tinggi dari Xring O1.
Selisihnya melebar di multi-core: Xring O3 mencatat 14.350, lebih tinggi dari chipset mobile lain termasuk Apple A19 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Dibanding Xring O1, O3 unggul 57% pada skor multi-core.
Pada 3DMark Wild Life Extreme, Xring O3 mencetak 11.378, sementara O1 mendapat 5.998.
Lompatan lebih dari 89% itu disebut sebagai salah satu alasan Xiaomi menamainya O3, bukan O2.
GPU Xring O3 memakai Mali-G2 Ultra NX untuk pertama kalinya di chipset mobile, dengan 8 inti grafis standar dan 8 unit neural network NX.
Unit NX memungkinkan game dirender pada resolusi internal rendah, lalu gambar diperbesar dan frame tambahan dihasilkan lewat jaringan neural terlatih.
Frekuensi puncak GPU naik 25% menjadi 1,6 GHz.
Xring O3 juga menjadi chipset mobile pertama yang memakai memori DDR6 generasi berikutnya, berjalan pada 10.667 Mbps.
Bandwidth memori puncaknya mencapai 113,8 GB/s, hampir 48% lebih besar dari LPDDR5T pada Xring O1.
Xring O1 memakai Mali-G925 Immortalis MP16 tanpa unit NX dan disebut mengalami output termal serta konsumsi daya tinggi.
Dengan 200 TOPS, perangkat ber-Xring O3 disebut dapat menjalankan asisten AI kompleks, penyuntingan foto lanjutan, dan aksi AI lain di perangkat tanpa koneksi internet.