Dalam kitab Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi, diceritakan bahwa Syekh Syibli pernah mendatangi gurunya, Ibnu Mujahid. Secara spontan, Ibnu Mujahid merangkul dan mencium kening Syekh Syibli. Merasa aneh, Syekh Syibli bertanya mengapa hal itu dilakukan.
Ibnu Mujahid pun bercerita bahwa ia pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Dalam mimpi itu, ia melihat Rasulullah mencium kening Syekh Syibli. Ibnu Mujahid bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu begitu mencintai Syekh Syibli?"
Rasulullah SAW menjawab bahwa Syekh Syibli memiliki kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya: Membaca dua ayat terakhir Surat At-Taubah dan bershalawat khusus setiap selesai shalat fardhu.
Ketika Ibnu Mujahid terbangun dan menanyakan hal itu kepada Syekh Syibli, ternyata benar. Syekh Syibli rutin mengamalkan ayat berikut setelah shalat wajib:
"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. At-Taubah: 128-129).
Disertai dengan bacaan shalawat: "Shallallahu 'alaika ya Muhammad."
Pelajaran mahal dari kisah ini adalah: Konsistensi (Istiqamah) dan Kecintaan yang tulus. Bukan tentang berapa ribu kali shalawat yang kita baca dalam sehari, melainkan seberapa hati kita meresapi makna cinta itu dan menjadikannya rutinitas harian tanpa bolong.
"Seseorang Akan Bersama Siapa yang Ia Cintai"
Bagi Anda yang merasa amalannya masih jauh dari kesempurnaan para sahabat, jangan berkecil hati. Rasulullah SAW memberikan sebuah kabar gembira yang luar biasa melalui sabdanya:
"Seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai." (HR. Bukhari).
Syekh al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi memberikan penjelasan yang menenangkan hati: Jika seseorang sungguh-sungguh mencintai suatu kaum, maka ia akan digolongkan ke dalam kelompok mereka di akhirat, kendatipun amalannya tidak sebaik amal kaum tersebut. Keterkaitan hati dan rasa cinta itu pada akhirnya akan memotivasinya untuk terus berusaha berbuat serupa.