Mencintai Rasulullah adalah ibadah. Dan balasan dari ibadah ini sangatlah mewah: kebahagiaan di dunia, ketenangan di hati, dan yang paling utama adalah pertemuan serta syafaat beliau di Yaumil Hisab kelak.
Langkah Konkret Mulai Hari Ini
Sebagai penutup, mari kita ubah momentum Rabiul Awal ini menjadi titik balik perubahan diri. Tidak perlu menunggu menjadi ulama besar untuk mulai mencintai beliau. Mulailah dari hal-hal sederhana:
- Hidupkan Sunnah Harian: Mulailah dari sunnah yang ringan, seperti tersenyum, makan dan minum dengan duduk, atau membaca doa sebelum tidur.
- Perbanyak Shalawat: Jadikan shalawat sebagai "bahasa komunikasi" harian kita dengan beliau.
- Jaga Lisan dan Hati: Rasulullah adalah sosok yang Rahmatan lil 'Alamin. Jika kita mengaku cinta padanya, tapi lisan kita masih suka menyakiti orang lain, mungkin ada yang perlu kita perbaiki dari definisi cinta kita.
Semoga Allah SWT memberikan kita keistiqamahan, mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW di telaga Al-Kautsar, dan meminumkan kita dari tangan beliau sebuah minuman yang setelahnya kita tidak akan haus selamanya. Aamiin.