unique visitors counter
⌂ Beranda News Dapur SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari Usai 30 Siswa Keracunan MBG
News

Dapur SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari Usai 30 Siswa Keracunan MBG

Ilustrasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang yang disuspend 20 hari
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, selama 20 hari mulai Senin, 14 September 2026.

Suspend ini buntut dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di wilayah tersebut.

Data Dinas Kesehatan KBB mencatat 30 siswa mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga demam.

Hingga Selasa, 15 September 2026, 5 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 25 siswa lainnya masih dirawat di dua rumah sakit dan satu klinik.

Pelanggaran SOP Mayor Ditemukan

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, membenarkan surat penghentian sementara dari BGN sudah diteruskan ke pengelola SPPG.

"Per hari ini sudah suspend selama 20 hari ke depan. Suratnya juga sudah sampai kepada pihak SPPG," ujar Fauzan, Selasa.

Penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini masih dalam pemeriksaan laboratorium.

Tim kesehatan belum mengonfirmasi apakah keluhan para siswa murni dipicu oleh menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu, 9 September 2026 atau faktor lain.

Satgas MBG KBB bersama Dinas Kesehatan, kepolisian, dan unsur pemerintah setempat langsung menggelar inspeksi mendadak ke SPPG Padalarang.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) kategori mayor dan minor.

Fauzan menjelaskan, salah satu temuan mayor yang krusial adalah proses pencucian wadah makanan (ompreng) yang dilakukan di luar fasilitas utama.

"Salah satunya terkait pencucian ompreng yang masih dilakukan di tempat terpisah. Hal tersebut berisiko terhadap kesehatan dan kebersihan ompreng," tegas Fauzan.

Catatan mayor ini sifatnya wajib diperbaiki sebelum SPPG diperbolehkan beroperasi kembali.

Kasus ini mulai mencuat setelah belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy dibawa ke rumah sakit pada Jumat, 11 September 2026 malam.

Roji, 43 tahun, salah satu orang tua siswa, menyebut anaknya mulai mengeluhkan pusing dan mual sejak Rabu, 9 September 2026 usai mengonsumsi makanan di sekolah.

📰 Update Terbaru