Konser Kotak di Kota Tua pada Minggu (13/9) terpaksa dihentikan akibat bau gas menyengat yang membuat penonton tidak nyaman hingga sesak napas.
Bau gas itu disebut berasal dari oknum penonton yang menyalakan gas tanpa asap.
Aroma tak sedap tersebut tercium hingga panggung saat lagu kesembilan, Hijaukan Bumi.
Vokalis Tantri Kotak mengungkapkan bahwa jarak panggung dan barikade cukup dekat sehingga ia sempat menghirup gas tersebut.
Ia mengaku napas terasa sakit dan kesulitan bernyanyi, lalu menggunakan oksigen portable di belakang panggung sebelum kembali melanjutkan penampilan.
Namun, aksi tersebut belum berhenti karena gas masih dikeluarkan oknum saat lagu ke-10, Pelan-pelan Saja, dinyanyikan.
Kondisi Tantri pun memburuk hingga ia batuk, muntah, pandangan kabur, dan pusing.
Ia memutuskan menghentikan konser demi keselamatan dirinya, personel, kru, dan terutama penonton, termasuk banyak anak-anak yang hadir.
Dalam unggahan awal, Tantri menegaskan bahwa pelaku bukanlah fan Kotak.
Ia berharap tindakan oknum tidak merusak hubungan baik antara Kotak, Kerabat, dan penonton, serta kejadian serupa tidak terulang di panggung mana pun.
Oknum Pelaku Ditangkap
Pada Senin (14/9) malam, akun resmi Kota Tua Jakarta menyampaikan permintaan maaf kepada Tantri, Kotak, Kerabat Kotak, dan pengunjung lain.
Mereka mengungkapkan bahwa oknum penyebar gas sudah ditangkap aparat.
Dalam unggahan di Threads, kotatua.
jkt menulis bahwa pihaknya berada di lokasi pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung melakukan mitigasi bersama Tiga Pilar (Kepolisian, TNI, dan Satpol PP).
Area disterilkan, pengunjung terdampak ditangani tim kesehatan, dan oknum langsung ditangkap serta ditahan di Polsubsektor Pinangsia.
Panggung akhir pekan tersebut merupakan acara musik gratis yang berlangsung 12-13 September 2026.
Selain Kotak, acara itu juga diramaikan penampil lain seperti Tipe-X, Armand Maulana, dan Drive3.
