Celine Dion kembali menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya dalam enam tahun di Paris, Prancis, Sabtu (12/9).
Penyanyi asal Kanada berusia 58 tahun itu tampil di Plenitude Arena di kawasan barat Paris di hadapan 30 ribu penggemarnya.
Konser tersebut menandai comeback Dion setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit neurologis langka Stiff Person Syndrome.
Dion tak kuasa menahan tangis saat membuka penampilannya dengan lagu berbahasa Prancis era 1990-an, On ne change pas.
"Ini tentu saja air mata bahagia.
Saya sangat senang melihat kalian," kata Dion sembari memberikan kecupan kepada penonton, dikutip dari AFP, Minggu (13/9).
Stiff Person Syndrome merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot.
"Jalannya lebih berbatu dari yang diperkirakan. Tapi saya berpegang pada secercah cahaya di kejauhan, jauh di pegunungan," ujar Dion.
"Malam ini, saya ingin bernyanyi untuk kalian, bernyanyi untuk diri saya sendiri, bernyanyi untuk kehidupan," lanjutnya.
Sambutan Penggemar dan Rangkaian Tur
Kembalinya Dion disambut para penggemar dari berbagai negara yang memenuhi arena dengan pakaian berpayet, riasan gemerlap, hingga kaus bergambar Dion.
Seorang penggemar asal Quebec, Elisabeth Landry, mengaku sempat mengira Dion tidak akan kembali mengadakan konser.
"Rasanya tidak nyata bisa berada di sini!" kata Landry.
"Saya yakin kami tidak akan pernah melihatnya lagi, apalagi memulai rangkaian konser seperti ini," imbuhnya.
Harian Prancis Le Parisien melaporkan mantan ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama termasuk penonton yang hadir dalam konser tersebut.
Beberapa jam sebelum konser, Dion juga menyapa penggemar yang menunggu di luar hotel tempatnya menginap, tak jauh dari Arc de Triomphe.
