unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Tur ARIRANG BTS Paling Banyak Dilaporkan soal Calo Tiket
Hiburan

Tur ARIRANG BTS Paling Banyak Dilaporkan soal Calo Tiket

Penampilan BTS dalam tur dunia ARIRANG di atas panggung konser
Tur ARIRANG BTS Paling Banyak Dilaporkan soal Calo Tiket
A A Ukuran Teks16px

Tur dunia ARIRANG milik BTS menjadi konser yang paling banyak dilaporkan terkait penjualan tiket ilegal selama setahun terakhir.

Data tersebut disampaikan Korea Creative Content Agency (KOCCA) kepada anggota parlemen Partai Demokrat, Jeong Jun-ho, Kamis.

Sepanjang September 2025 hingga 27 Agustus 2026, tur ARIRANG menerima 102 laporan ke papan pengaduan calo tiket KOCCA.

Jumlah itu tertinggi dibandingkan acara lain yang tercatat dalam data yang diterima parlemen.

Konser tunggal Psy berada di posisi kedua dengan 88 laporan, disusul BIGBANG dengan 69 laporan.

Setelahnya ada Lim Young-woong dengan 64 laporan, Day6 dengan 51, band asal Inggris Oasis dengan 48, dan The Weeknd dengan 44 laporan.

Kerugian Sebenarnya Diduga Lebih Luas

Jeong menilai angka tersebut hanya mencerminkan laporan ke papan pengaduan KOCCA.

Menurutnya, kerugian akibat calo tiket kemungkinan jauh lebih luas dari yang terdata.

Sebagai contoh, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menemukan 1.868 unggahan daring yang diduga menjual tiket BTS secara ilegal.

Jumlah itu lebih dari 18 kali lipat dibandingkan kasus yang dilaporkan.

Jeong juga menyebut KOCCA mencatat 7.639 laporan calo tiket sejak Januari 2023 hingga bulan lalu.

Konser musik menyumbang 5.751 kasus atau 75,3 persen dari total laporan tersebut.

Kategori lain seperti acara fan meet-and-greet dan stage greeting bintang film mencatat 1.188 kasus atau 15,6 persen.

Pertunjukan musikal panggung menyusul dengan 423 kasus atau 5,5 persen, lalu acara gaming dengan 277 kasus atau 3,6 persen.

Hampir delapan dari sepuluh transaksi atau 79,8 persen terjadi di platform barang bekas seperti Karrot, Ticketbay, dan Bunjang.

Sementara media sosial X, Facebook, Instagram, dan Telegram menyumbang 20,2 persen.

Namun, kementerian baru merujuk 11 akun yang diduga terlibat calo tiket ke polisi sejak 2022, dalam empat kesempatan.

Jeong menyebut laporan valid yang bisa menunjukkan detail tiket, seperti nomor reservasi, paling banyak hanya 10 persen dari seluruh laporan.

Ia mencatat undang-undang baru yang memberlakukan denda hingga 50 kali harga jual berlaku bulan lalu, tetapi dampaknya masih belum pasti.

Calo dari luar negeri disebut memanfaatkan celah hukum dengan menjual kepada pembeli asing melalui situs China atau Amerika Serikat yang berada di luar yurisdiksi Korea.

Jeong pun mendesak adanya langkah lebih kuat menghadapi taktik calo yang terus berkembang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru