unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Macklemore: Seruan Free Palestine Kini Dianggap Mengancam Sebagian Orang
Hiburan

Macklemore: Seruan Free Palestine Kini Dianggap Mengancam Sebagian Orang

Macklemore: Seruan Free Palestine Kini Dianggap Mengancam Sebagian Orang
Tiket Free Palestine Tour Macklemore Sold Out di Dublin, Paris, dan London
A A Ukuran Teks16px

Macklemore kembali menyuarakan dukungan untuk Palestina di atas panggung Dublin. Menurutnya, seruan itu kini dipandang sebagai ancaman oleh sebagian orang.

Penampilan di Dublin, Irlandia, itu menjadi pembuka tur Free Palestine yang digelar tiga kali. Keuntungan tur tersebut disumbangkan untuk badan amal pendukung Palestina, dan Macklemore sendiri juga menyumbangkan US$1 juta dari honor tur Sheeran sebelumnya untuk tujuan serupa. Hozier dan Kneecap ikut tampil di Dublin.

Buntut Panjang dari Panggung MetLife

Dublin digelar lebih dari sebulan setelah Macklemore dicopot dari daftar pembuka tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat. Pencopotan itu bermula dari aksinya meneriakkan dukungan untuk Palestina dua hari berturut-turut di MetLife Stadium, New Jersey, hingga tur Loop-nya berakhir lebih awal pada 14 September.

Aksi itu memicu protes keras, termasuk kritik dari penyanyi Pink dan petisi boikot Israel American Council yang menuduhnya memakai panggung global untuk agenda politik satu sisi. Macklemore menegaskan pernyataannya bukan kritik terhadap komunitas Yahudi, tetapi promotor Messina Touring Group tetap mencopotnya dengan alasan tekanan pemilik arena yang mengancam membatalkan konser tersisa.

Solidaritas dan Perubahan Nada Sheeran

Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, dilaporkan termasuk pihak yang menolak Macklemore dan mengajak pemilik stadion lain melakukan hal serupa. Kraft dan Sheeran kemudian mengumumkan donasi kemanusiaan US$2 juta. Sebagai solidaritas, musisi pembuka Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe mundur bersama sebagian besar band pengiring Sheeran.

Sheeran menyebut pencopotan itu sepenuhnya keputusan promotor dan membela sikapnya menghindari pernyataan politik publik demi ruang aman bagi penonton beragam, terutama anak-anak. Nada Sheeran berubah di pertunjukan Philadelphia, yang pertama setelah pencopotan itu: ia menyebut tragedi 7 Oktober di Israel mengerikan, sambil mengecam invasi militer berikutnya serta menggambarkan peristiwa di Gaza sebagai bencana yang tak dapat dibenarkan dan tidak proporsional, termasuk ketidakadilan sistematis di Tepi Barat.

Tur Free Palestine dijadwalkan berlanjut ke Paris pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan ditutup di London pada Jumat, 30 Oktober 2026.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru