unique visitors counter
⌂ Beranda News Mukbang Yingying Wafat di Umur 24, Dokter Soroti Bahaya Kalium Rendah
News

Mukbang Yingying Wafat di Umur 24, Dokter Soroti Bahaya Kalium Rendah

Ilustrasi influencer mukbang sedang makan dalam porsi besar
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Kabar duka datang dari dunia influencer Tiongkok. Yingying, pelaku mukbang berusia 24 tahun, meninggal dunia pada 17 Agustus 2026.

Influencer dengan lebih dari 1 juta pengikut itu dilaporkan mengalami henti jantung yang dikabarkan berkaitan dengan kadar kalium rendah.

Kabar tersebut disampaikan orang tua Yingying melalui media sosial pada Jumat lalu. Kepergiannya kembali menyoroti risiko kesehatan di balik konten makan berlebihan.

China News Service melaporkan persoalan ini pada Selasa (8/9/2026), termasuk penjelasan dokter mengenai kebiasaan memuntahkan makanan secara sengaja dan penggunaan obat pencahar.

Peringatan Terakhir Yingying Sebelum Meninggal

Dalam video terakhir yang diunggah pada 14 Agustus, Yingying mengungkapkan bahwa kadar kalium dalam darahnya pernah turun hingga 2,3.

Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan makan berlebihan selama menjalani pekerjaan sebagai pelaku mukbang.

Yingying juga mengaku sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat masalah serupa.

Salah satu penyebab yang ia sebut adalah kebiasaan memuntahkan makanan secara sengaja setelah makan dalam jumlah besar.

"Meskipun mencari uang itu penting, kesehatan harus selalu diutamakan," ujar Yingying dalam pesan terakhirnya kepada penonton.

Ia turut menggambarkan beratnya tuntutan pekerjaan tersebut. Dalam salah satu sesi siaran langsung, Yingying mengaku pernah harus menyantap 60 hingga 70 butir telur awetan.

Menurut pengakuannya, pelaku mukbang sering menghadapi tekanan untuk terus makan lebih banyak demi meningkatkan penjualan dan jumlah penonton, meskipun tubuh sudah tidak sanggup menanggungnya.

Dokter Jelaskan Bahaya Kalium Rendah Akibat Muntah dan Diare

Chai Qichen, dokter dari Departemen Kedokteran Umum Rumah Sakit Zhejiang, menjelaskan bahwa makan dalam jumlah sangat banyak tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium turun drastis.

Masalah yang lebih serius, menurutnya, muncul ketika seseorang berulang kali memuntahkan makanan atau menggunakan obat pencahar untuk membuang makanan yang telah dikonsumsi.

📰 Update Terbaru