unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Review A Bona Fide Killer: Aksi dan Drama Ibu Rumah Tangga Jadi Sniper
Hiburan

Review A Bona Fide Killer: Aksi dan Drama Ibu Rumah Tangga Jadi Sniper

Review A Bona Fide Killer: Aksi dan Drama Ibu Rumah Tangga Jadi Sniper
Review A Bona Fide Killer: Aksi dan Drama Ibu Rumah Tangga Jadi Sniper
A A Ukuran Teks16px

A Bona Fide Killer menjadi salah satu drama Korea tahun ini yang konsisten menjaga penceritaannya hingga akhir.

Drama adaptasi webcomic karya Yoon dan Geomdung ini mengangkat tema vigilante dengan seorang ibu sebagai eksekutor utamanya.

Kombinasi naskah Kim Eun-hee dan arahan sutradara Yoon Jong-ho menghasilkan penceritaan yang matang dan memikat dari episode perdana hingga penutup.

Premis ceritanya langsung mengunci perhatian lewat karakter Yoo Bo-na yang diperankan Gong Hyo-jin.

Naskahnya membedah dua sisi kehidupan karakter ini dengan hati-hati.

Di satu sisi, Yoo Bo-na adalah istri dan ibu yang hangat.

Di sisi lain, ia adalah Kingfisher, pelayan keadilan berdarah dingin.

Gong Hyo-jin berhasil memancarkan keibuan dan kekejaman secara bersamaan dengan takaran yang pas.

Penonton nyaris mustahil membayangkan aktris lain untuk peran ini.

Filosofi Keadilan dan Aturan Main Kingfisher

Salah satu kekuatan A Bona Fide Killer adalah perjalanan Yoo Bo-na sebagai Kingfisher yang berdasar pada filosofi keadilan terstruktur.

Kingfisher bukan sekadar pembunuh yang mengamuk membabi buta.

Naskah secara eksplisit memperlihatkan aturan main mereka, yakni memastikan aturan dan hukum yang berlaku selalu menjadi sarana utama dalam menegakkan keadilan.

Ketika sistem peradilan terbukti mandul dan gagal menghukum penjahat, baru tim Kingfisher turun tangan mengambil alih tugas moral tersebut.

Perpaduan komedi, laga, dan drama selama operasi tim Kingfisher ditata rapi.

Tata musik dan penyutradaraan tahu persis cara mengendalikan mood penonton.

A Bona Fide Killer juga menjadi proyek comeback yang tepat bagi Gong Hyo-jin setelah menikah pada 2022.

Ia kembali memerankan karakter ibu setelah When the Camellia Blooms pada 2019.

Chemistry-nya dengan Jung Ju-won yang memerankan suaminya, Kwon Tae-seong, terasa kuat.

Seiring berjalannya drama, mereka membuktikan bahwa keraguan netizen adalah kekeliruan.

Dinamika Bo-na dengan Tae-seong menjadi kekuatan sekaligus nyawa lain yang membuat drama ini terasa membumi.

Hubungan rumah tangga mereka digarap begitu dewasa.

Momen-momen domestik yang hangat sengaja dibangun untuk memancing rasa waswas penonton.

Penonton menunggu kapan rahasia besar Bo-na akhirnya meledak di depan suaminya.

Jung Ju-won mengeksekusi momen-momen emosional tersebut dengan meyakinkan.

Alih-alih merajuk atau memicu festival kesalahpahaman berlarut-larut ala sinetron, karakter Tae-seong membuktikan diri sebagai green flag sejati.

Responsnya saat berhadapan langsung dengan rahasia sang istri memperlihatkan penerimaan level tinggi.

Ia menekankan bahwa ia mencintai setiap versi dari istrinya.

Bersama Hwang Bom-I yang menjadi Kwon Yul, Gong Hyo-jin dan Jung Jae-won membentuk satu keluarga kecil.

Kebersamaan mereka selalu sukses menghangatkan hati penonton di tiap episodenya.

Kehadiran Lee Sang-yi sebagai Lee Dong-jin, kawan Tae-seong di kepolisian, juga memberikan lapisan konflik yang menarik.

Obsesinya meringkus Kingfisher berbenturan dengan posisi personalnya.

Hal itu menciptakan dilema moral yang menjaga tensi cerita.

Di jajaran pendukung, ada Cha Mi-kyung yang berperan sebagai Ok Sun-ja, mertua Yoo Bo-na.

Ia sukses menghidupkan sosok mertua yang menjadi momok bagi menantu perempuan.

Dinamika keluarga, persahabatan, rekan kerja, dan pernikahan Yoo Bo-na terasa menjadi kekuatan utama A Bona Fide Killer.

Catatan dan Kelebihan di Babak Akhir

Drama ini berhasil menarik perhatian hampir di setiap episodenya.

Namun, beberapa hal meninggalkan catatan.

Naskah seperti membuang-buang waktu lewat cinta segitiga adik ipar Bo-na, rekan kerjanya, dan kawan sang adik ipar.

Subplot ini terasa sebagai filler bahkan cenderung membosankan.

Padahal, porsi cerita untuk anggota tim Kingfisher bisa diperbanyak.

Kedalaman hubungan rekan-rekan setim Bo-na semestinya bisa ditajamkan lagi.

Ruang eksplorasi untuk melihat lebih banyak misi dan cara kerja operasi di balik layar terasa kurang digali.

Naskah ini seolah pelit memberikan panggung lebih besar bagi organisasinya.

Konfrontasi dengan musuh terakhir yang punya kaitan erat dengan masa lalu Bo-na juga dieksekusi dengan build-up yang agak terburu-buru.

Akibatnya, momen tersebut kehilangan sebagian dampak emosionalnya.

Begitu pula dengan keadaan tim sales mereka di perusahaan elektronik yang terus bertahan tanpa konsekuensi berarti meski selalu merugi.

Terlepas dari catatan itu, A Bona Fide Killer tetap berhasil membayar lunas semuanya di babak akhir.

Rangkaian episode penutupnya dieksekusi dengan rapi dan memuaskan.

Episode akhir A Bona Fide Killer memenuhi ekspektasi penonton atas bagaimana tayangan seharusnya berakhir.

Berbekal penulisan yang tahu arah, akting jempolan, dan chemistry antarkarakter yang hidup, drama ini membuktikan kelasnya.

A Bona Fide Killer tayang di Viki.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru