unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Macklemore Didepak, Solidaritas Musisi Bela Palestina Menguat
Hiburan

Macklemore Didepak, Solidaritas Musisi Bela Palestina Menguat

Ilustrasi panggung konser musik penyanyi internasional
Macklemore Didepak, Solidaritas Musisi Bela Palestina Menguat
A A Ukuran Teks16px

Dinamika Macklemore yang didepak dari rangkaian Loop Tour Ed Sheeran membuat sorotan publik kembali mengarah ke musisi yang berani bersuara membela Palestina.

Macklemore pada awal September 2026 tegas membela Palestina saat tampil sebagai opening act konser Ed Sheeran.

Sikap itu dianggap bermasalah oleh Robert Kraft, miliarder pro-Israel yang memiliki Stadion Gillette Foxborough, salah satu venue konser Ed Sheeran di Amerika.

Meski didepak, Macklemore tetap kencang menyuarakan dukungan untuk Palestina, dan sejumlah musisi lain ikut mendukungnya.

Deretan Musisi yang Vokal Bela Palestina

Macklemore sejak 7 Oktober 2023 telah merilis dua lagu yang mengecam pembersihan etnis di Gaza serta pihak yang mendalanginya.

Lagu Hind's Hall dan Hind's Hall 2 terinspirasi kisah Hind Rajab, anak berusia enam tahun yang tewas dibunuh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 2024.

Kedua lagu itu menjadi simbol solidaritas demonstrasi nasional menentang apartheid Israel, dengan seluruh pendapatannya disumbangkan kepada UNRWA.

Dua Lipa secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Palestina dan kerap memakai platform globalnya untuk memperjuangkan hak rakyat Palestina.

Ia menampilkan pesan Free Palestine di atas panggung saat tampil di Sunny Hill Festival di Kosovo pada Agustus 2025.

Dua Lipa juga memutuskan hubungan kerja dengan agen lamanya, David Levy, pada September 2025 akibat surat pernyataan industri mengenai artis pendukung Palestina.

Roger Waters dari Pink Floyd tetap gigih memperjuangkan nasib kaum tertindas bahkan di usia 80-an.

Sejak menyaksikan sendiri praktik apartheid Israel pada 2006, ia aktif mengajak sesama musisi ikut gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Trio Republikan Irlandia asal Belfast, Kneecap, sejak 2023 terus meningkatkan kesadaran soal perjuangan Palestina.

Kanal media sosial dan aksi panggung mereka membentuk salah satu kekuatan anti-Zionis paling vokal di dunia musik saat ini.

Massive Attack telah memboikot Israel sejak 1999 dan selama lebih dari 25 tahun konsisten menentang Zionisme serta menggalang dana untuk Palestina.

Mereka berkolaborasi dengan Fontaines DC dan Young Fathers dalam perilisan EP Ceasefire, dengan 100 persen pendapatannya disumbangkan ke Doctors Without Borders untuk Gaza dan Tepi Barat.

The Weeknd, sebagai Goodwill Ambassador Program Pangan Dunia PBB (WFP), menyumbangkan makanan senilai US$4,5 juta kepada penduduk Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Jennifer Lopez pada 2024 mengirimkan makanan dan perlengkapan medis senilai US$4,5 juta kepada warga Palestina.

Kehlani menjadi salah satu penyanyi yang mendukung Macklemore dan kencang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Bersamaan dengan peluncuran video musik pro-Palestina untuk lagu Next 2 U, Kehlani merilis merchandise yang dibuat di Betlehem di bengkel jahit milik dan dikelola keluarga.

Dana US$555.000 yang terkumpul disalurkan kepada keluarga Palestina, Kongo, dan Sudan melalui Operation Olive Branch.

Rage Against the Machine bubar pada 2000, tetapi karya dan para personelnya terus berperan dalam aksi pembangkangan sipil hingga hari ini.

Vokalis Zack de la Rocha melewatkan acara pelantikan grup ke Rock & Roll Hall of Fame pada 2023 demi menghadiri aksi unjuk rasa di Washington DC.

Gitaris Tom Morello juga hadir dan tampil dalam sejumlah aksi protes mahasiswa yang menentang genosida Israel.

Billie Joe Armstrong dari Green Day mengenakan bendera Palestina saat tampil di Malaysia pada awal 2025.

Saat Green Day menjadi penampil utama di Coachella, ia mengubah lirik Jesus of Suburbia menjadi, "Lari dari rasa sakit seperti anak-anak dari Palestina / Kisah dari keluarga yang hancur lainnya."

Damon Albarn dari Gorillaz dan Blur menggalang dukungan untuk Palestina saat menjadi bintang tamu dalam pertunjukan Bombay Bicycle Club di festival Glastonbury 2024.

DJ Snake kerap memanfaatkan platform global dan panggung konsernya untuk menyerukan gencatan senjata serta menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Ia pernah memutar lagu pro-Palestina Dammi Falastini dalam pertunjukan langsung, termasuk konser penting di Kanada dan festival besar.

Produser bernama lengkap William Sami Étienne Grigahcine itu juga memimpin penonton meneriakkan seruan soal kemerdekaan Palestina.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru