Di tengah deru modernisasi yang kian tak terbendung, umat Islam dihadapkan pada sebuah tantangan eksistensial yang nyata: perubahan iklim. Fenomena ini bukan lagi sekadar prediksi ilmiah di masa depan, melainkan realitas yang setiap hari memukul pintu kesadaran kita melalui cuaca ekstrem, bencana alam yang semakin sering terjadi, dan kerusakan ekosistem yang mengancam keberlangsungan hidup.
Menyikapi hal tersebut, Khutbah Jumat edisi 25 September 2026 ini hadir membawa pesan spiritual yang mendalam sekaligus menggugah. Teks khutbah yang dilansir dari laman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bengkulu ini mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan kembali peran umat Islam sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi) yang memiliki tanggung jawab moral dan religius untuk menjaga kelestarian alam.
Berikut adalah ulasan mendalam dan teks lengkap khutbah yang telah dikembangkan dengan perspektif jurnalistik, emosional, dan praktis agar lebih mengena di hati serta mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Khutbah Pertama: Bumi Adalah Amanah, Bukan Warisan untuk Dirusak
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ. يَاأَيُّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلَاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَاأَيُّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
