Artinya: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, kemudian pohon/tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari)
Bayangkan dahsyatnya pahala ini. Setiap helai daun yang menghasilkan oksigen, setiap buah yang memberi nutrisi, dan setiap akar yang menahan erosi, semuanya tercatat sebagai amal jariyah kita. Menanam pohon adalah bentuk perlawanan damai terhadap pemanasan global dan upaya menjaga keseimbangan ekosistem yang vital bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi.
Hadirin jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Aspek krusial lainnya yang sering kali kita abaikan adalah pengelolaan sampah. Sampah, khususnya plastik sekali pakai, telah menjadi bom waktu bagi lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya mencemari tanah dan sumber air, tetapi juga menyumbat saluran drainase yang memicu banjir, serta mencemari lautan dan membunuh biota laut.
Seringkali kita menganggap remeh tindakan kecil terkait kebersihan. Padahal, dalam Islam, menghilangkan gangguan dari jalan adalah cabang dari iman. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ: وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
Artinya: "Ada seorang lelaki yang melewati dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, 'Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,' maka Allah pun memasukkannya ke surga." (HR. Muslim)
Jika menyingkirkan dahan pohon saja bisa menjadi tiket masuk surga, betapa besar pahala bagi mereka yang konsisten mengelola sampah, mendaur ulang, dan menjaga kebersihan lingkungan komunitasnya. Tindakan sederhana ini adalah wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kita kepada sesama makhluk Tuhan.